
Jika keluarga kita berhasil melaksanakan tobat nasuha dan berhasil hijrah dari dunia gelap menuju cahaya Allah dan menÂjadi hamba yang soleh serta soleÂhah ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa, serta puasa keÂluarga kita termasuk puasa yang penuh prestasi otomatis keluarga kita juga menjadi keluarga yang berprestasi.
Kedua, meningkatkan keiÂmanan dan ketaqwaan keluarga kita. Coba simak dengan penuh keimanan arti dari surat Al BaqaÂrah ayat 2-5, yaitu: Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriÂman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah dituÂrunkan sebelummu, serta merÂeka yakin akan adanya (kehiduÂpan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Jadi yang sukses dan berÂprestasi adalah seorang hamba yang bertaqwa (beruntung) sepÂerti yang disebutkan pada ayat di atas, yaitu: mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendiriÂkan shalat, yang dermawan dan mereka yang beriman kepada Al Quran dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya keÂhidupan akhirat.
Dengan adanya ramadhan, keluarga kita bisa sahur bersama, buka bersama, shalat berjamaah, tadarus bersama, jika di bulan-bulan biasa ini jarang terjadi, karena kesibukan anggota keluÂarga masing-masing. Dengan suaÂsana kebersamaan ini akan menÂimbulkan keharmonisan dalam keluarga kita dan insyaAllah akan tercipta keluarga yang sakinah. Terciptanya keluarga sakinah adalah prestasi yang luar biasa.
Jika akhir-akhir ini di media massa terdapat banyaknya kasus perkosaan, miras, narkoba, perÂgaulan bebas, LGBT dan bahkan ada seorang bapak yang mengÂhamili anaknya, hal ini pelakunya pastilah dari keluarga yang jauh dari keimanan.
Dan balasan bagi seorang hamba yang beriman adalah sebÂagai berikut : Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sunÂgai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang perÂnah diberikan kepada kami dahuÂlu.†Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamÂnya ( QS Al Baqarah ayat 25 )
Inilah kemenangan dan prestasi yang sebenarnya kita hidup di dunia ini, yaitu ujungÂnya kita masuk ke surganya Allah SWT, tidak ada artinya kita hidup di dunia yang fana ini, jika kita kaya raya, tinggi jabatan, terkeÂnal dan banyak dipuji orang tapi ujungnya masuk neraka.
Ketiga, meningkatkan kompeÂtensi keluarga kita. Puasa adalah saat yang tepat untuk introspeksi diri atas kekurangan kita, seÂhingga dengan tahu kelemahan dan kekurangan diri kita, akan memacu kita untuk memperbaiki diri dan pada akhirnya kita bisa meningkatkan mutu kompetensi keluarga kita.
Misal jika seorang bapak menjadi pemimpin yang mudah marah dan sewenang-wenang terhadap anak buah, maka denÂgan puasa ini kita bisa lebih sabar dan adil dengan anak buah. Atau jika kita sebagai seorang pegawai yang suka mengeluh dan malas dalam bekerja, maka dengan puasa ini kita bisa lebih bisa berÂsyukur dan rajin dalam bekerja. Kalau perlu agar lebih profesionÂal para bapak-bapak ini bisa ikut workshop, in house training dan seminar di bidang kompetensinya masing-masing.
Sedang seorang ibu, bisa ikut kursus kecantikan dan kursus maÂsak, agar suami betah di rumah, karena istrinya selalu berpenampiÂlan cantik dan enak masakannya, selain juga menghemat anggaran rumah tangga, sebab memasak sendiri di rumah itu lebih hemat dari pada beli di luar. Apalagi jika seorang istri memasaknya denÂgan ikhlas, maka akan menimbulÂkan kasih sayang suami terhadap istrinya, serta hal ini berpahala beÂsar. Sedang sebagai seorang anak bisa ikut bimbingan belajar agar nilai akademis bisa meningkat dan ikut pesantren kilat dengan serius, sehingga timbul ketenangan batinÂnya, karena masa remaja rawan dengan sifat galau.
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga keluarga kita terÂmasuk keluarga yang berprestasi, Aamiin. Jayalah Indonesiaku. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















