Untitled-3SALAH satu yang me­narik di bulan Rama­dhan adalah kesema­rakan masjid dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh kaum muslimin, mulai dari kegiatan ibadah sam­pai kegiatan sosial. Hal ini terjadi karena ke­sadaran dan kualitas keimanan yang kaum muslimin yang mening­kat di bulan Ramadhan.

Masjid adalah tempat yang termulia di atas muka bumi. Masjid sebagai tempat kaum mus­limin melakukan ibadah dan pengabdian kepa­da Allah swt., bertasbih dan mensucikan-Nya. Allah swt berfirman dalam hadis qudsi: ‘Ses­ungguhnya rumah-rumah-Ku di bumi adalah

masjid-masjid dan para pengunjung­nya adalah orang – orang yang melaku­kannya.’ (HR. Abu Na’im)

Orang – orang yang mengunjungi masjid dan memakmurkannya dengan beribadah seperti salat, zikir, salawat, membaca alquran, dan kegiatan lain­nya untuk mendekatkan diri kepadanya adalah tamu Allah swt. Dan tamu Allah adalah tamu yang paling mulia, sebab pemilik rumah (shahibul bait) tersebut adalah Allah swt.

BACA JUGA :  Warga Trenggalek Geger, Kakek 56 Tahun Curi Puluhan Pakaian Dalam Perempuan

Kemudian siapakah sebenarnya orang-orang yang sanggup untuk men­jadi tamu Allah dengan cara mengun­jungi masjid dan memakmurkannya dengan berbagai ibadah kepada Allah swt.? Jawabannya tentu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah swt. Sebagaimana penjelasan dalam alquran di mana Allah berfirman: ‘Ses­ungguhnya orang-orang yang memak­murkan masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, mengeluarkan, za­kat, dan tidak takut kecuali hanya ke­pada Allah semata. Karena itu mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. ‘ (QS. At-Taubah: 18)

Namun masih banyak di antara kaum muslimin yang mengaku beri­man tetapi belum benar-benar beri­man. Misalnya,mengaku beriman tapi bermalas-malasan atau tidak suka ke masjid untuk beribadah di dalamnya . Itulah sebabnya Rasulullah dalam salah satu hadirnya bersabda:’ Apabila kalian melihat seseorang yang biasa mengun­jungi masjid, yakinilah bahwa orang tersebut telah beriman.’ (HR. Ahmad)

BACA JUGA :  Diduga Oleng lalu Tabrak Pembatas Jalan, Ini Dia Kronologi Kecelakaan Bus Apdesi di Tol Tangerang-Merak

Berbagai kegiatan yang bisa di­lakukan dalam rangka memakmurkan masjid di antaranya seperti salat ber­jamaah, mengikuti kajian keislaman dan mendengarkan tausiyah, menjalin ukhuwah islamiyah dan menjalin ika­tan silaturahmi di antara kaum musli­min. Oleh karena itu, momen Ramad­han saat ini sepatutnya dijadikan oleh kaum muslimin untuk back to masjid dengan memakmurkannya dan ber­lanjut secara berkesinambungan pasca Ramadhan berlalu.

Selain yang dijelaskan di atas, me­makmurkan masjid juga merupakan pekerjaan mulia yang akan melindungi dari kemurkaan Allah swt. Allah swt berfirman dalam hadis qudsi: ‘Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sesung­guhnya Aku bermaksud menurunkan siksaan kepada penduduk bumi. Tetapi ketika Aku melihat penghuninya sedang memakmurkan rumahku (masjid), sal­ing mengasihi sesama karena Aku, dan selalu melakukan istigfar (meminta am­pun kepada Allah) di waktu sahur, Aku palingan siksaan itu dari mereka.’ (HR. Al-Bara). Walau a’lam

Bagi Halaman
============================================================
============================================================
============================================================