Olahraga Mampu Cegah Kanker Esofagus

“Obesitas berhubungan dengan pen­ingkatan risiko kanker esofagus, melalui tingginya kadar insulin. Peningkatan ini menimbulkan luka kronis yang terjadi pada tubuh,” kata Singh.

Melalui olahraga, lemak perut akan berkurang. Hal ini akan menekan faktor pemicu kanker, sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin. Kondisi ini perlahan akan menurunkan inflamasi kronis. Singh mengatakan, dengan proses ini maka san­gat mungkin olahraga mampu mengurangi risiko kanker esofagus.

BACA JUGA :  Batu Ginjal Tak Selalu Karena Kurang Minum, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Meski begitu, Singh mengatakan, hubungan antara aktivitas fisik, kanker esofagus, dan obesitas, tidak sama antar daerah.

“Di seluruh dunia angka kejadian Esophageal squamous cenderung menu­run. Namun Adenocarcinoma menunjuk­kan peningkatan. Peningkatan ini meru­pakan bagian dari obesitas yang bersifat epidemik,” katanya.

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

Singh mengatakan, hubungan antara latihan fisik dan kanker esofagus masih membutuhkan riset tambahan. Bukti yang ada masih terbatas sehingga hubungan yang ada belum bisa ditegakkan. Menurut Singh, riset tidak boleh melupakan faktor lain yang memengaruhi kebiasaan olahra­ga dan risiko menderita kanker esofagus. (Latifa/Net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================