alfian mujaniIBNU Jawzi berkata, “Orang yang paling be­rakal adalah orang yang berbuat banyak kebaji­kan namun dirinya tetap merasa takut kepada Sang Pencipta. Orang yang paling bodoh ada­lah yang berbuat kejela­kan namun dia merasa aman (selamat) dari murka Allah.”

Takut kepada Allah adalah mentalitas calon ahli surga. Tak pernah merasa puas dengan ke­baikan yang telah dilakukannya dan terus berse­mangat untuk selalu mempersembahkan yang terbaik dengan harapan untuk senantiasa men­dapat ridla Allah, terbebas dari murka Allah. Kita sungguh tidak pernah tahu amal yang mana yang diterima Allah sebagaimana kita tidak per­nah tahu amal apa yang akan menjadi penutup amal kita sebelum maut tiba menjemput.

Merasa aman walau telah banyak melaku­kan kejelekan adalah mentalitas calon ahli ner­aka. Berani menantang Allah, merasa Allah tak akan bisa mengalahkan pengamanan dirinya. Dia lupa bahwa musibah dan bencana bisa tiba kapan saja tanpa terjadwal dalam buku yang dirancang para ahli. Seorang preman gagah ahli berbagai seni bela diri yang tak pernah roboh oleh pukulan jenis apapun, ternyata harus takluk pada kencing manis, kolestrol, dan asam urat. Manusia memiliki banyak keterbatasan.