
Dalam memulai usaha siomay ini, modal awal dirinya mengeluarkan dana ialah hanya Rp 300 ribu. Setelah satu taÂhun berjalan, sejumlah keuntungan yang disimpannya tersebut, kini Edi bisa mempunyai enam motor yang berkeliling menjual Siomay Abah.
“Awalnya hanya berjualan satu motor, Alhamdulillah sampai saat ini jadi punya enam motor. Biar motornya second, saya membeli secara tunai jadi tak memikirÂkan biaya cicilannya. Yang penting ada BPKB, sehingga jika sewaktu-waktu penÂjualan menurun, mungkin akan ada aset motor yang bisa saya jual untuk menutuÂpi kebutuhan sehari-hari,†jelas Edi.
Dirinya bercerita, agar berhasil menÂjadi seorang yang sukses dalam menÂjalankan usaha, tentunya harus bisa membaca peluang. Tidak hanya itu, manajemen pengelolaan usaha pun haÂrus dipikirkan secara matang.
“Kita jangan cuma berpikiran ke deÂpan, tapi harus memikirkan masa depan. Intinya harus gerak jika mau berhasil. Susah senang harus dijadikan pengalaÂman agar kita tidak mudah putus asa,†paparnya.
Siomay Abah milik Edi memiliki rasa enak dengan rasa ikan yang terasa. Satu porsinya diÂhargai Rp 10 ribu dengan empat potong yang bisa dipilih seperti siomay, kol, pare, telur rebus, tahu, dan otak-otak.
Dalam sehari, Edi bisa meraup untung bersih hingga Rp 150 ribu untuk satu gerobak moÂtor. Siomay Abah dapat dijumpai di kawasan peÂrumahan TaÂman Yasmin, Cilendek, dan Leuwiliang. “Saya percaya, kesabaran dan usaha keras tak akan mengkhianati haÂsil akhirnya. Selama kita terus berusaha dan berÂdoa, pasti akan berhasil walau dengan usaha yang kecil,†kata Edi.(ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















