Bantu Peternak Domba, Mahasiswa IPB Ciptakan Mesin Ecofliz

Menurutnya, Ecofliz sangat membantu petani karena selama ini mesin pengolah bulu domba masih diimpor dari New Zealand dan har­ganya tidak terjangkau peternak rakyat karena mahal.

Anindita mengatakan, Ecofliz sudah baik dalam pengoperasian­nya. “Mesin ini mempunyai be­berapa keunggulan diantaranya dibuat dari bahan baku lokal, proses penguraian serat bulu domba lebih cepat, hasilnya lebih baik dan harg­anya terjangkau,” ujarnya.

BACA JUGA :  Future Leaders Fellowship 2026 Dibuka, Mahasiswa Baru PTN Berkesempatan Ikuti Program Pengembangan Kepemimpinan Gratis

Ecofliz, lanjutnya, masih dalam tahap implementasi di peternak dan komunitas pengusaha yang fokus dalam pengolahan bulu domba seperti “Ecodoe” milik Tatang Gu­nawan. Inovasi ini tengah diikutkan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang teknologi yang dimu­lai dari bulan Maret hingga Juli 2016. “Kepuasan saya bukan berada ketika mengikuti program ini saja, tetapi ke­tika kita bisa memberikan manfaat pada masyarakat dengan ilmu dan karya yang kita buat bersama. Terus berkarya untuk peternakan Indone­sia,” ungkapnya. (Latifa Fitria/ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================