KRAM DAN KESEMUTAN BISA JADI NEUROPATI

Neuropati, Manfaluthy menyebutkan, terbagi beberapa jenis. Pertama, karena penuaan. Lebih dari 26 persen orang beru­sia di atas 40 tahun menderita gangguan ini. Apabila tidak diterapi dengan benar, neuropati dapat menjadi parah dan men­garah ke penyakit-penyakit saraf yang lebih berat. Ada juga neuropati diabetikum kare­na penyakit diabetes.

Lebih dari 50 persen pasien diabetes mengalami neuropati, terutama pada pen­derita dengan kadar gula darah tidak ter­kontrol. Gejala lain yang menyertainya di antaranya gangguan pencernaan, mual, muntah,diare,sulit buang air besar, pusing, pingsan, masalah buang air kecil, disfungsi ereksi, hingga kekeringan vagina. “Pada beberapa pasien malah bisa tanpa gejala,” sebutnya.

BACA JUGA :  Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

Neuropati juga dapat disebabkan oleh kurangnya asupan atau defisiensi vitamin neurotropik, yaitu vitamin B1, B6, dan B12. Dia menuturkan, vitamin ini adalah makan­an saraf yang sangat dibutuhkan untuk me­lindungi dan meregenerasi saraf. Vitamin neurotropik berfungsi menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan me­tabolisme sel saraf.

“Asupan vitamin B12 yang sangat dibu­tuhkan tubuh karena vitamin B12 yang masuk ke tubuh hanya diserap kurang dari 2 persen asupannya,” sebut Manfaluthy. Untuk itu, dalam upaya mencegah neu­ropati, Manfaluthy menyarankan, jangan lupa selalu mengonsumsi vitamin neu­rotropik. Hal itu agar sistem saraf dapat bekerja dengan baik dan mencegah ter­jadinya komplikasi pada pasien diabetes. Tubuh juga membutuhkan nutrisi seim­bang dan dapat memenuhi kebutuhan untuk otak, saraf tepi, dan fungsi lainnya. Selain itu, menjalankan pola hidup yang benar dan sehat. Apabila menderita diabe­tes, hipertensi, dan jantung, maka manaje­men penyakit agar terkontrol dengan baik. ”Penting pula pemeriksaan kondisi tubuh secara berkala sehingga dapat mendeteksi gejala neuropati secara dini dan dapat di­tangani dengan cepat. Neuropati meru­pakan kondisi yang selama ini diabaikan masyarakat. Padahal, kondisi ini berpotensi menyerang siapa saja dan pencegahannya sangat mudah,” tuturnya.

BACA JUGA :  Mata Merah Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda yang Harus Segera Diperiksa Dokter

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================