Menanam Pohon Itu Perlu Kesabaran

Dengan kondisi ekonomi orang tua seperti itu, menu­rut Durohman, pihak sekolah tidak mudah menerapkan aturan kedisiplinan secara ketat kepada anak-anak. Mis­alnya dalam soal penggunaan baju seragam dan sepatu. Sebab, banyak siswa yang ti­dak memiliki baju seragam dalam jumlah yang cukup. ‘’Sekarang sudah mendingan, semua siswa sudah bisa meng­gunakan pakaian seragam,’’ katanya.

Sebagai Kepala SDN yang berada di lingkungan MBR, Durohman juga dituntut un­tuk bersikaplebih sabar meng­hadapi para orang tua yang anaknya mengalami keterbe­lakangan dalam belajar. ‘’Ada anak pindahan dari sekolah lain dengan prestasi jeblok, ya tetap harus kita terima dan kita bimbing di sini,’’ katanya.

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

Yang menarik, anak-anak dari kalangan masyarakat kurang mampu ini ternyata memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang lingkun­gan hidup dan penghijauan. Ini bisa dilihat dari sejumlah pertanyaan yang diajukan Amel Amalia Dian Puspitasari dalam edukasi pohon sebelum acara penanaman dilakukan.

Puluhan anak berebut menjawab pertanyaan seputar manfaat dari kegiatan mena­nam pohon. Dan, ternyata yang mengacungkan tanganya memamang bisa menjawab. ‘’Pada saat diberikan penjela­san mengenai lingkungan hid­up dan penghijauan, sebagian besar murid tampaknya tidak tertib, tetapi ternyata mereka mendengarkan apa yang dis­ampaikan. Mereka ngerti,’’ kata Amel.

BACA JUGA :  Resep Semur Ayam Kentang Manis Gurih, Menu Rumahan Favorit yang Bikin Nambah Nasi

Edukasi pohon dengan metode kuis ini selalu mem­berikan hiburan bagi anak-anak dan para orang tua murid yang ikut terlibat dalam acara penanaman pohon ini. Selain Kepala SDN Semeru 5 dan para guru, juga hadir Sekretaris Bo­gor Hejo Tato Marsito.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================