Tugas Khusus Bongkar Jaringan ISIS

Suhardi mengatakan, dirinya akan terus melanjutkan program yang telah ditetapkan oleh Kepala BNPT sebelumnya, Jenderal Tito Karnavian, yang kini menjadi Ka­polri. “Apa pun juga yang sudah Pak Tito bangun akan kami lanjutkan. Tentunya juga untuk kebaikan kita bersama,” katanya.

Suhardi juga mengatakan, dirin­ya akan menyentuh semua struktur baik formal maupun informal untuk membangun suatu komunikasi yang baik. “Sehingga betul-betul kita pu­nya daya tahan terhadap pemikiran-pemikiran konsep radikal,” katanya.

Suhardi mengatakan, terorisme ini terkait dengan masalah ideologi. Tidak mudah untuk mengubah pe­mikiran orang yang sudah terdok­trin radikalisasi. Namun, dia yakin masalah itu bisa terselesaikan den­gan cara pendekatan kepada LSM, ormas hingga pemuka agama. “Kita akan mengedepankan konsep dera­dikalisasi dan juga anti radikalisasi. Deradikalisasi adalah untuk orang-orang yang sudah bermuatan sep­erti itu.Tapi kalau antiradikalisasi untuk orang-orang yang belum tersentuh. Kita akan maksimalkan itu,” katanya.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Siap Tempur di Piala AFF U-19 2026, Garuda Muda Punya Rekor Positif di Laga Perdana

“Kita akan rangkul semua, ter­masuk LSM, ormas yang punya potensi, termasuk pemimpin ko­munitas agama pun kita akan libat­kan untuk itu. Sehingga betul-betul ditanggung jawab nasional kita buatkan. Leading sectornya ada di BNPT,” katanya.

Apakah deradikalisasi ini juga berlaku bagi keluarga teroris? “Itu juga termasuk sasaran. Selama ini kan mungkin termarjinalkan,” tan­dasnya.

Suhardi Alius lahir di Jakar­ta, 10 Mei 1962. Ia pernah menjabat Kapolda Jawa Barat, Sekretaris Uta­ma Lemhannas menggantikan Boy Salamuddin, sejak 16 Januari 2015. Sebelumnya ia pernah menjabat se­bagai Kepala Badan Reserse Krimi­nal (Kabareskrim) Polri sejak tang­gal 24 November 2013 hingga 16 Januari 2015 menggantikan Kom­jen Pol. Sutarman yang terpilih menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Sebelum diangkat sebagai Kab­areskrim, Suhardi menjabat Ke­pala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, lalu Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Pol.Tubagus Anis Angkawijaya sejak Juni 2013 hingga November 2013.

Seiring penunjukkannya sebagai Kabareskrim, Suhardi kini menjadi angkatan 1985 pertama yang sudah mampu menembus pangkat jender­al bintang tiga.

(Yuska Apitya Aji/ed:Mina)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================