Elektabilitas Jokowi Masih Nomor Satu

Survei digelar pada 22-28 Juni 2016 di 34 provinsi dengan teknik wawancara tatap muka terhadap responden sebanyak 1.027 warga yang punya hak pilih. Margin of error rata-rata 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Kepuasan masyarakat atas kin­erja Jokowi sempat stagnan bah­kan menurun pada 2015, tetapi kemudian menanjak hingga bulan ini. Hasil survei juga menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan pada Presiden Jokowi untuk memimpin bangsa ini juga meningkat menjadi 72%. “Umumnya warga optimis dengan kemampuan Jokowi me­mimpin,” ujarnya.

Begitu juga dengan tingkat kepuasan terhadap Wapres Jusuf Kalla yang pada Oktober 2015 sebe­sar 51 persen, pada survei digelar bulan Juni 2016 meningkat men­jadi 54%. Secara spesifik untuk kin­erja Jokowi yang paling mengalami kemajuan adalah pembangunan infrastruktur (71%) dan pelayanan kesehatan yang terjangkau (61%) yang semakin baik di banding ta­hun lalu.

BACA JUGA :  Dedie Rachim Usul PBI BPJS Kesehatan Ditanggung Pusat, Ini Dampak Besarnya Bagi Kota Bogor

“Meskipun yang menilai sema­kin baik lebih banyak jumlahnya dibanding yang menilai ‘semakin buruk’, lebih banyak warga yang menilai kinerja pemerintah Jokowi tidak ada perubahan dalam menin­gkatkan pemerataan kesejahter­aan dan dalam menekan korupsi,” ucap Sirojudin.

Dijegal Harga Sembako

Sementara ada beberapa ma­salah yang dianggap kinerja Jokowi kurang memuaskan. Yaitu mem­buat harga pokok terjangkau, 26% menilai lebih baik, dan 29 menilai lebih buruk, 44% menilai sama saja.

BACA JUGA :  Manfaatkan Musim Cerah, Rudy Susmanto Tancap Gas Tangani Banjir di Bogor Utara

Menyediakan lapangan peker­jaan, sebanyak 21 % menilai lebih baik, tetapi 34% menilai semakin buruk. Mengurangi pengangguran, 17% menilai semakin baik tapi 34% menilai semakin buruk. Dalam hal mengurangi jumlah orang miskin, sebanyak 21% menilai semakin baik dan 35% menilai semakin bu­ruk.

“Karena itu walaupun kinerjan­ya dianggap positif, pemerintahan Jokowi harus memberikan perha­tian lebh besar terhadap upaya mengurangi pengangguran, jum­lah orang miskin, menyediakan la­pangan kerja serta membuat harga kebutuhan pokok yang terjang­kau,” ucap Sirojudin.

(Yuska Apitya Aji/ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================