
“Kita sambut baik karena sebetÂulnya juga menjadi pertimbangan Garuda,†kata VP Corporate CommuÂnications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar, kemarin.
Saat ini, Garuda Indonesia sedang melakukan kajian terhadap pesawat dan rute yang akan melalui jalur seÂlatan Jawa itu. “Tahap sekarang kita harus kaji jenis pesawat untuk meÂnentukan besaran tiket,†sebutnya.
Bila resmi diperbolehkan, Garuda Indonesia akan memanfaatkan jalur selatan secara bertahap karena masÂkapai pelat merah ini harus melakuÂkan evaluasi. Apalagi, tambah Benny, jalur selatan Jawa masih dipakai unÂtuk area latihan pesawat terbang miliÂter. “Namun karena merupakan jalur penerbangan militer, kita masih akan melakukannya secara bertahap,†ujarnya.
Sementara itu, Ketua PenerbanÂgan Berjadwal Indonesian National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto menjelaskan bahwa gagasan penggunaan jalur selatan untuk penerbangan sipil sudah lama, tapi baru terealisasi pada era Jokowi.
Jalur selatan Jawa ini sangat diÂtunggu oleh maskapai yang memÂbuka rute seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Lombok atau Jakarta-Kupang. Selama ini, pesawat harus melewati jalur utara Jawa sehingga jarak temÂpuh lebih jauh.
Kehadiran jalur selatan Jawa bisa mempercepat waktu tempuh perÂjalanan daripada harus melalui jalur utara. Ujung-ujungnya, konsumsi baÂhan bakar juga bisa ikut turun. “Bisa menghemat waktu dan biaya. Kalau dengan langsung lewat selatan mungÂkin bisa hemat waktu 10-15 menit. Itu cukup banyak,†ujar Bayu.
(Yuska Apittya/dtk/ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















