Penerbangan Sipil Boleh di Selatan

“Kita sambut baik karena sebet­ulnya juga menjadi pertimbangan Garuda,” kata VP Corporate Commu­nications Garuda Indonesia, Benny S. Butarbutar, kemarin.

Saat ini, Garuda Indonesia sedang melakukan kajian terhadap pesawat dan rute yang akan melalui jalur se­latan Jawa itu. “Tahap sekarang kita harus kaji jenis pesawat untuk me­nentukan besaran tiket,” sebutnya.

Bila resmi diperbolehkan, Garuda Indonesia akan memanfaatkan jalur selatan secara bertahap karena mas­kapai pelat merah ini harus melaku­kan evaluasi. Apalagi, tambah Benny, jalur selatan Jawa masih dipakai un­tuk area latihan pesawat terbang mili­ter. “Namun karena merupakan jalur penerbangan militer, kita masih akan melakukannya secara bertahap,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polisi Ungkap Fakta Kematian Mahasiswa Asal Ciseeng

Sementara itu, Ketua Penerban­gan Berjadwal Indonesian National Air Carriers Association (INACA), Bayu Sutanto menjelaskan bahwa gagasan penggunaan jalur selatan untuk penerbangan sipil sudah lama, tapi baru terealisasi pada era Jokowi.

Jalur selatan Jawa ini sangat di­tunggu oleh maskapai yang mem­buka rute seperti Jakarta-Denpasar, Jakarta-Lombok atau Jakarta-Kupang. Selama ini, pesawat harus melewati jalur utara Jawa sehingga jarak tem­puh lebih jauh.

BACA JUGA :  Skotlandia Hadapi Ujian Berat Lawan Brasil, Laga Penentuan Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

Kehadiran jalur selatan Jawa bisa mempercepat waktu tempuh per­jalanan daripada harus melalui jalur utara. Ujung-ujungnya, konsumsi ba­han bakar juga bisa ikut turun. “Bisa menghemat waktu dan biaya. Kalau dengan langsung lewat selatan mung­kin bisa hemat waktu 10-15 menit. Itu cukup banyak,” ujar Bayu.

(Yuska Apittya/dtk/ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================