
Pertama, mereka meminta untuk membubarkan ULP Kota Bogor karena diduga penuh dengan kecurangan dan interÂvensi. Selanjutnya, mereka meÂminta investigasi dugaan KKN dalam proyek BM Pengadaan Kontruksi Pembelian PembanÂgunan Sarana Kesehatan Kota Bogor.
Ketiga, mereka meminta lembaga yang berwenang unÂtuk melakukan audit investigasi terhadap ULP Kota Bogor sekaÂligus memecat kepala ULP Kota Bogor.
Tak hanya itu, mereka juga menuntut Kejari Bogor untuk melakukan audit investigasi terÂhadap dugaan intervensi WaÂlikota Bogor Bima Arya karena penuh ketidakterbukaan dalam proses lelang.
“Kejari harus usut proyek ini hingga tuntas karena diduga ada oknum kolega Walikota Bogor yang bermain, yakni Mr. L. Kami menduga adanya intervensi unÂtuk memenangkan salah satu pemenang,†sambungnya.
Seperti diketahui, lelang tersebut dimenangkan oleh PT Adi Karya dan sempat ada penÂgamanan yang dilakukan keÂpada ULP oleh aparat kepolisian serta TNI. Peletakan batu perÂtama juga usai dilakukan oleh Walikota Bogor Bima Arya yang didampingi Dirut RSUD Kota Bogor Dewi Basmala di RSUD Kota Bogor.
Dikonfirmasi hal ini, WalikoÂta Bogor Bima Arya dan Kepala ULP Kota Bogor Cecep Zakaria tidak membalas pesan yang diÂlayangkan oleh wartawan koran ini.
Sementara itu, Kepala SekÂsi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor Andhie Fajar Arianto mengatakan, dirinya akan mengkaji terÂlebih dahulu mekanisme sampai keluarnya lelang. “Kita tentu akan mengkaji terlebih dahulu, apabila seÂlama proses kajian ada yang janggal maka akan kita tindak lanjuti,†pungkasnya. (Abdul Kadir Basalamah/ed:Mina)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















