Reshuffle Kabinet Dipercepat?

Saat dikonfirmasi apakah akan ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat, Pratikno tidak membantah akan ada reshuffle. Namun, dia kem­bali menyerahkan masalah itu adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. “Itu urusan Presiden,” katanya.

Pratikno kemudian seperti berte­ka-teki bakal ada keputusan reshuffle kabinet setelah ada pengumuman dari presiden. “Nanti kalau sudah pengumuman, akan ada kepastian,” kata Pratikno.

“Itu urusan Presiden. Nanti akan diumumkan, akan ada pengumuman, nantinya lah kalau sudah dipastikan pasti akan diumumkan,” katanya. Yang mengumumkan pun bukan orang lain, yakni Presiden Jokowi langsung. “Ya iyalah, urusan reshuffle kok,” jawab Pratikno.

Presiden Jokowi kemarin juga me­manggil Wapres JK ke Istana Merdeka. Kabarnya pertemuan ini membahas finalisasi reshuffle kabinet. Lalu ka­pan hasil akhir reshuffle kabinet bakal diumumkan Presiden Jokowi?

BACA JUGA :  Hilang Kendali, Truk Boks Hantam Tiang dan Motor di Bogor

Reshuffle hampir dipastikan ber­gulir. Detik-detik reshuffle sudah mu­lai tampak. Desas-desas sebenarnya sudah beredar sejak beberapa hari lalu. Para menteri sudah diminta tetap di Jakarta. Walau ada menteri yang karena tugas yang sudah terjadwal be­raktivitas di luar kota. Dan besok Rabu (27/7/2016) kabarnya akan digelar rapat paripurna kabinet, sekaligus pel­antikan serta rapat awal menteri baru.

Bahkan sejak sebulan lalu nama-nama menteri yang akan direshuffle juga sudah muncul dan beredar di publik. Tapi tak ada yang tahu siapa saja yang akan diganti. Ada saran ke Presiden Jokowi. Sebaiknya para menteri yang berintegritas dan loyal tetap dipertahankan. “Presiden bu­tuh pembantu yang benar-benar loyal. Salah satu indikator integritas itu loyalitasnya tunggal, yakni kepada presiden, bukan kepada Ketua Umum Partai ataupun yang lain,” saran pe­giat antikorupsi dari Indonesia Cor­ruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo, Selasa (26/7/2016).

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Adnan juga menjelaskan, selain itu tentu catatan kinerja harus jadi acuan untuk mengganti atau tidak, bukan karena faktor politik, misalnya untuk membangun keseimbangan politik. “Kalau kinerjanya bagus, tapi digeser tentu akan ada pertanyaan besar, apa dasar dari reshuffle sebenarnya?” tutup Adnan.(Yuska Apitya Aji/ed:Mina)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================