
Langkah Jokowi menarik kembaÂli salah satu wanita berpengaruh di dunia tersebut juga menuai respons positif di pasar. Terlihat dari angka IHSG yang dibuka menghijau dalam dua hari ini.
Wanita yang akrab disapa Ani ini dianggap mampu mengemban tangÂgung jawab menangani permasalaÂhan ekonomi di Indonesia. “Karena beliau banyak pengalaman di keÂmenterian, mulai dari Kepala BapÂpenas, Menteri Keuangan, IMF, dan World Bank. Beliau dianggap memiÂliki kemampuan dan pengalaman sehingga membentuk wisdom,†tuÂtup Solikin.
Terpisah, Gubernur Bank InÂdonesia (BI), Agus Martowardjojo, menyebut arus deras dari dana asÂing yang masuk (repatriasi) selama pemberlakuan tax amnesty, sebÂagai pisau bermata dua. Di satu sisi, dana yang selama ini mengendap di luar negeri bisa menggerakkan ekoÂnomi sektor riil, namun di sisi lainÂnya bisa memicu bubble jika terlalu banyak masuk instrumen keuangan dan pasar modal.
“Kita juga harus mengantisipasi dana masuk karena program proÂgram pengampunan pajak. Kalau dana ini masuk tentu ini sebuah tantangan bagaimana ini bisa disÂalurkan ke sektor produktif,» kata Agus, kemarin. «Ini yang utama, karena dana yang masuk sangat besar tapi tidak masuk ke sekÂtor produktif. Ini bisa jadi beban, malah bisa membuat kondisi yang kita sebut over hitting atau bubÂble,†tambahnya.
Mantan Menteri Keuangan ini mengungkapkan, sampai tanggal 25 Juli 2016 lalu saja, sudah ada Rp 128 triliun dana asing yang masuk sebÂagai respons atas pemberlakuan tax amnesty.
“Kita sampai Juni saja masuk Rp 102 triliun, sekarang sampai 25 Juli dana masuk sudah sampai Rp 128 triliun. Coba bandingkan denÂgan tahun lalu, satu tahun saja Rp 55 triliun. Artinya itu jumlah yang sangat besar, nah ini masuk ke pasar modal, pasar keuangan seperti SBN (Surat Berharga Negara), juga pada instrumen BI,†terang Agus.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















