
Untuk penerimaan pemÂbiayaan Rp 301.204.906.314 atau 99,86 persen dari anggaran sebesar Rp 301.640.954.314. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayÂaan Rp 11.857.158.161 atau seÂratus persen dari yang diangÂgarkan. Dengan komposisi pembiayaan tersebut, maka pembiayaan netto mencapai Rp 289.347.748.153. Sehingga SILPA tahun 2015 mencapai Rp 339.575.280.955.
“SILPA sebesar itu dikonÂtribusi oleh beberapa fakÂtor. Diantaranya sepanjang tahun 2015 anggaran belanja hanya terserap sebesar 80,58 persen. Hal itu akibat rendaÂhnya penyerapan atas beÂlanja modal untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik yang hanya mencapai 64,02 persen,†ungkap Bima.
Kegiatan tersebut, kata walikota, diantaranya adalah pengadaan tanah 14,6 persÂen, belanja bangunan dan gedung 61,54 persen serta belanja untuk pembangunan jalan, irigasi dan jaringan 68,61 persen. Selain itu, lanÂjutnya, ada langkah efisiensi terutama untuk belanja-beÂlanja barang atau pengadaan barang pakai habis seperti alat tulis kantor dan perjalaÂnan dinas bagi pejabat dan PNS di lingkungan PemerinÂtah Kota Bogor. (Abdul KaÂdir Basalamah)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















