Bima Arya: Pramuka Bikin Awet Muda

Pertanyaan ketiga terkait penye­bab kemacetan di Kota Bogor pun tak terelakan di kegiatan Raimuna dari siswa kelas XI SMAN 3 Kota Bo­gor Salsabilah Fatimah. Bima pun memberikan jawaban kembali den­gan sebuah perumpamaan. Men­gatasi kemacetan itu seperti mem­benahi gula dari semut. Jadi yang diatur yakni gulanya bukan semut­nya kalau gulanya banyak semua akan tetap ada. Pada jaman dahulu, Kota Bogor hanya di desain untuk 200 ribu orang tetapi sekarang su­dah meningkat menjadi 1 juta jiwa. Belum lagi setiap weekend didatan­gi ratusan ribu orang dari luar kota dan semua kegiatan berpusat di kota.

“Kedepan angkot akan diganti dengan bus transpakuan yang nya­man,” tambah Bima.

Di sesi kedua, Yusril maulana, siswa kelas X SMAN 4 Kota Bogor meminta sebuah motivasi agar mempunyai semangat patriotisme.

Menurut Bima, hidup harus selalu menginspirasi dan termoti­vasi. Semua orang besar dan suk­ses adalah orang yang termotivasi dan terinspirasi dari sang idola. Jika ingin menjadi orang hebat, harus mempunyai roll model dari orang – orang baik yang sudah berfikir jauh ke depan.

BACA JUGA :  Gagal Lolos SNBT 2026? Masih Ada Peluang Masuk PTN Lewat Jalur Mandiri, Ini Daftar Kampus yang Buka Pendaftaran Juni

“Patriotisme hanya akan tum­buh jika banyak baca buku baik dari orang yang sudah tidak ada atau­pun yang masih ada,” ungkap Bima

Pertanyaan kelima dilontarkan Mohamad Erlangga siswa kelas XI SMK YKTB terkait pelarangan Saur On The Road (SOTR). Pertanyaan tersebut mengingatkan kembali atas kejadian aksi tawuran berkedok SOTR di bulan Ramadhan yang sem­pat membuat Bima miris. Pasalnya kegiatan tersebut tidak bisa dibeda­kan antara saur atau tawuran. Tak ayal, dirinya bersikap tegas terha­dap siswa yang tawuran akan meng­hukumannya dengan tindak pidana.

“Pemerintah pun tidak diam be­gitu saja, Pemkot Bogor memikirkan supaya anak – anak tidak berkeg­iatan negatif dengan membangun taman sebagai tempat berbagai ke­giatan positif,” ingat Bima.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Dipertanyaan terakhir, Bima diberikan pertanyaan tentang bagaimana menghadapi hatters, dari M. Ziyad Musyaffa siswa kelas X SMAN 5 Kota Bogor. Tanpa ban­yak berpikir, Bima menegaskan agar tetap menjadi diri sendiri dan per­caya diri. Karena tidak mungkin bisa menyenangkan hati semua orang. Tak lupa ia mengingatkan kepada seluruh anggota pramuka yang ber­cita – cita menjadi pemimpin jangan tumbang karena cacian dan jangan terbang karena pujian biasa – biasa saja.

“Kuncinya setiap langkah dan perbuatan dilakukan ikhlas bukan penghargaan dan pujian dari manu­sia tapi mengharapkan Ridho dari ALLAH SWT itu saja,” pungkas Bima menutup dialog.(Yuska Apitya/*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================