
“Sudah sempat saya coba dikombinasikan dengan nutela, ovomaltine, dan tobleron namun hal tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar 2 bulan saja. Setelahnya saya tidak jual lagi, karena sayang tidak begitu dimiÂnati. Justru martabak manis biasa yang paling diminati,†ungkapnya.
Martabak Manis Suramadu menjual variant rasa pada umumÂnya, seperti keju cokelat, cokelat, ketan, cokelat wijen, pisang cokelat dan martabak spesial. Kisaran harga pun dimulai dari Rp 13 ribu hingga Rp 30 ribu ruÂpiah saja.
Jika melihat pada modal awal membuka usaha martabak manis yang dijualnya, Japar memaparÂkan hanya bermodalkan sekitar Rp 50 ribu. “Ya jaman dulu meÂmang tidak begitu mahal seperti sekarang, awalnya pun hanya 3 kilogram terigu tapi sekarang Alhamdulillah mencapai 14 kiloÂgram terigu. Dulu saya buat geroÂbaknya pun dicicil,†jelasnya.
Japar menjelaskan, pendapaÂtan perhari yang dapat diperÂolehnya bisa menÂcapai Rp 1,3 juta hingga Rp 2 juta. DenÂgan modal perharinya pun berkisar Rp 800 ribu. Modal ini nantinya dibuat untuk membeli tepung terigu, gula, meses, keju, susu, wadah dan lainnya.
Karena ramainya pembeli, kini Japar pun dibantu oleh anak tertuanya untuk berjualan. Bagi anda yang ingin mencicipi marÂtabak manis ini, Japar memulai usahanya dari 18.00 hingga 01.00 WIB. Japar membeberkan, bagi yang ingin melakukan usaha janÂgan sungkan untuk mencoba dan ramah dalam memberikan pelayÂanan. “Intinya kita harus ramah, agar disenangi oleh pelanggan. Itulah yang harus diterapkan. KeÂmudian jangan lupa bersyukur, jangan banyak ngeluh. Dengan bersyukur kita menjadi meraÂsa berkecukupan,†ujar Japar mengakhiri. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















