BENARKAH PIL KB BIKIN GEMUK ?

Untitled-18Oleh : Calviano Nathanael
[email protected]

Kesejahteraan keluarga adalah hal yang patut dijun­jung tinggi oleh masing-masing keluarga, demi ke­berlangsungan hidup yang lebih baik. Tidak hanya secara sosial, namun juga dari sisi kesehatan.

Oleh karena itu, teknologi melahirkan sebuah temuan baru yang bisa membantu para pasangan, mengontrol ke­hamilan dan kelahiran, sesuatu yang bisa membantu me­nyejahterakan keluarga, yakni dengan pil KB.

Dokter Tri Ari Wibowo menjelaskan kesimpang-siuran yang terjadi perihal konsumsi pil KB ini. “Tidak benar,” ujar Aria, ketika ditanya kebenaran bahwa konsumsi pil KB bisa membuat gemuk.

Aria menjelaskan, pada dasarnya, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi pil KB dengan melon­jaknya berat badan wanita.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

“Pil KB yang tersedia di pasaran saat ini termasuk ke dalam dosis yang masih rendah, dan tidak memicu kenai­kan berat badan. Jadi para wanita seharusnya tidak takut,” ujarnya.

Kenaikan berat badan bisa ditengarai oleh beberapa hal lain, selain konsumsi pil KB yang mungkin tidak disadari wanita tersebut.

Untuk itu Aria menyarankan, Bila mengalami kenaikan berat badan saat menggunakan pil KB, coba cari tahu ter­lebih dahulu, faktor apa yang mungkin memicu kenaikan berat badan selain pil KB.

Jika sudah ditemukan, maka segera ubah kebiasaan tersebut, karena bisa membahayakan kesehatan. Jangan lupa, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan, bila mengalami keanehan lain yang berkaitan dengan soal kewani­taan.

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Meski demiki­an, walau ban­yak manfaatnya pemakaian pil KB terkadang tidak dianjur­kan. Dalam kondisi tertentu seperti hamil, me­nyusui, perdarahan vagina yang tidak jelas, menderita penyakit lever, kanke r payudara, dan migrain, seorang wanita tidak di­anjurkan menggunakan pil KB. ”Kalangan perem­puan yang sudah menginjak masa menopause juga disarankan tidak menggunakan pil KB. Hal ini karena kandungan hormon estrogen dan pro­gesteron sintetis dalam pil KB terbilang tinggi,” ungkapnya.

Kandungan hormon yang tinggi pada pil KB, menurut Soehartono, justru bisa merugikan kaum perempuan karena bisa merangsang mun­culnya kanker payudara.

Risiko kanker payudara ini bisa me­ningkat jika mengonsumsi pil KB, demikian menu­rutnya. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================