BOGOR TODAY – Flora dan fauna menjadi salah satu pesona yang dapat memikat hati para pecinta alam. Salah satu faunanya yakni burung Elang yang tergolong hewan hampir punah, untuk itu kita perlu melesÂtarikan hewan tersebut seperti di daerah Bogor yang terdapat tempat suaka khusus burung Elang.
Suaka Elang berada di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Kampung Loji, KeÂcamatan Cigombong, Suaka Elang dibanÂgun awalnya oleh pemerintah, LSM, swasta dan masyarakat yang saling menguntungÂkan untuk pelestarian habitat dan konÂservasi spesies pada tanggal 25 November 2008 lalu dan dalam jangka waktu dekat ini diklaim resmi dikelola oleh Pemerintah sepenuhnya.
Kepala Penjaga Konservasi Suaka Elang, Anda Joni mengatakan, Suaka Elang ini beÂrada dibawah Kementrian Lingkungan HidÂup. “Ya berada dibawah pemerintahan saja sekarang semenjak jaman SBY,†terangnya.
Bagi para pecinta alam, tentunya hal ini tidak akan disia-siakan, biaya untuk masuk ketempat penangkaran Elang dikenakan biÂaya Rp 7.500 per orang dan parkir Rp 5000 per motor.
Lokasinya memang tidak mudah untuk ditemukan, apabila ingin mencoba datang ketempat ini. Para pengunjung harus menÂjadikan Kota Bogor sebagai patokannya, kemudian arahkan kendaraan ke Lawang Gintung dan melewati stasiun kereta BatuÂtulis. Tak jauh dari stasiun akan ditemui pertigaan, ambil ke kanan ke arah Cijeruk. Selanjutnya terus jalan melewati PamoyanÂan, Cihideung, Cibadak, Pasir Jaya dan Loji.
Sesampainya disana, para pengunjung bisa menyimpan kendaraan dan kemudian berjalan kaki dari gerbang menuju Suaka Elang sekitar 10 menit. Kemudian, penÂgunjung akan dimanjakan dengan udara sejuk dan terdapat banyak pohon seperti layaknya hutan.
Di sanalah terdapat sebuah konservasi spesies raptor terancam punah seperti Elang Jawa dan jenis burung pemangsa lainÂnya. Di Suaka Elang inilah dilakukan upaya penyelamatan dan pelepasliaran raptor haÂsil sitaan atau kiriman dari masyarakat.
Kemudian, pengunjung bisa melihat beÂberapa Elang di dalam kandang yakni kanÂdang pertama yang terletak tidak jauh dari kantor Suaka Elang.
Setelah melewati jembatan gantung pengunjung akan tiba di kandang kedua. Di sinilah bisa ditemukan beberapa Elang yang sudah agak lama dirawat sehingga beÂberapa agak terganggu dengan kehadiran manusia.
Kandang untuk Elang yang sudah siap dilepaskan berada lebih jauh lagi. Kandang tersebut tidak boleh dikunjungi lagi. Elang-elang tersebut dibiasakan untuk puasa dan hanya diberi makan dua kali seminggu. Hal ini dilakukan supaya naluri berburu merÂeka tumbuh dan saat dilepaskan dari suaka mereka bisa berburu.
Anda Joni mengatakan, saat ini kesÂadaran masyarakat untuk menjaga hewan yang terancam punah terbilang minim. “Kita terbuka kepada masyarakat luas unÂtuk berkunjung kesini, biasanya pada Sabtu dan Minggu banyak yang berkunjung keÂsini,†pungkasnya. (Abdul Kadir BasalaÂmah)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















