PENTINGNYA MEMBERIKAN ASI HINGGA BERUSIA 2 TAHUN

1Oleh : Calviano Nathanael
[email protected]

Utami Roesli menuturkan dengan memberikan ASI plus makanan pendamping saat anak berusia enam bulan ke atas hingga dua tahun bisa mendukung perkembangan sel otak hingga 80 persen. Hal itu disampaikan dia dalam temu media memperingati Pekan ASI Sedunia 2016 dengan tema ‘Ibu Menyusui Sampai 2 Tahun Lebih hebat, Anak Sehat & Cerdas dalam Rangka Mewujud­kan Keluarga Sejahtera’ di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta.

Setelah anak berusia dua tahun, lanjut dr Utami, jika tak diberi ASI sebelumnya maka perkembangan sel otak anak cenderung lebih landai. Asupan memadai itu bisa didapat hanya dari ASI saat anak berusia di bawah enam bulan, dan ASI plus makanan pendamping yang cukup gizi saat usianya enam bulan ke atas.

BACA JUGA :  Jangan Abaikan Tanda-Tanda Metabolisme Bermasalah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Hati

“Mengonsumsi ASI hingga 2 tahun juga ma­sih dapat memenuhi kebutuhan anak seperti protein, vitamin A, dan hampir semua vi­tamin C,” kata dr Utami yang juga prak­tik di RS ST Carolus, Salemba, Jakarta Pusat ini.

Sebuah studi juga menyebut pemberian ASI selama 2 tahun bisa membuat anak cenderung lebih bisa menahan diri dan tidak lekas marah. Hal tersebut menurut para ilmuwan karena pelukan hangat yang diterima bayi ketika ia me­nyusu akan membuatnya memi­liki watak yang cenderung lebih halus dan menghindari permu­suhan di kemudian hari.

BACA JUGA :  Studi Besar Ungkap Minuman Manis Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker Hati

“Penelitian berbasis populasi ini menunjukkan bahwa menyusui mungkin memiliki efek jangka pan­jang terhadap sikap atau karakter yang dimiliki seseorang ketika de­wasa,” ujar Dr Paivi Merjonen dari Uni­versity of Turku di Finlandia.

Sementara itu dalam studi lain diketahui saat bayi diberi ASI, tubuh bayi tersebut akan mendapat s e r o t o n i n yaitu zat anti-stres yang ban­yak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi. Zat anti-stres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah marah, menghindari stres dan depresi serta mengurangi kemungkinan terkena gangguan mental saat dewasa. (*)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================