MAUNG Bandung tengah terkatung-kaÂtung di Papua. Buruknya cuaca membuat rencana kepulangan ke Bandung Senin siang (08/08/2016) pun harus tertunda.
Hujan sudah turun di Serui ketika PERSIB bersiap-siap untuk meninggalÂkan hotel pada pukul 05:30 WIT. Namun begitu sampai di Bandara Stevanus RumÂbewas, Serui, pesawat yang rencananya membawa Pangeran Biru ke Biak pada pukul 07:30 WIT dan 08:30 WIT tak kunjung menampakkan sayapnya.
Seperti yang diterangkan petugas bandara di Serui, pesawat masih terÂtahan di biak karena buruknya cuaca. Walhasil PERSIB pun harus terkatung-katung di bandara. Selain tidur, beberÂapa pemain mencoba mengisi waktu dengan bermain catur dan beristirahat di warung-warung sekitar bandara.
Pesawat untuk PERSIB ke Biak baru tiba di Serui untuk kloter pertama pukul 11.45 WIT. Artinya, PERSIB sudah terÂtinggal pesawat yang akan berangkat ke Jakarta pada pukul 10:30 WIT.
Hingga berita ini diturunkan, PERSIB kembali terkatung-katung di bandara BanÂdara Frans Kaisiepo, Biak guna memburu kepastian pulang. “Kita berusaha dulu dapat tiket dari sini ke Makassar. Tiket ke Makassar baru ada Rabu, tapi kita akan berusaha untuk pulang besok,†kata pelaÂtih kiper, Anwar Sanusi, setiba di Biak.
Rencana cadangan pun kini kembali tengah disiapkan tim pelatih untuk menÂginap di Biak. Pelatih Djadjang Nurdjaman juga berkali-kali menanyakan kemungkiÂnan adanya lapangan agar PERSIB tetap bisa berlatih selama masih ada di Papua.
“Ada pesawat besok ke Jayapura keÂmudian ke Denpasar. Tapi kita masih berusaha,†tambah Anwar Sanusi menÂerangkan. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















