Mendikbud Gagas Sekolah 12 Jam

Muhadjir mengatakan, program jam belajar sehari penuh ini akan dikombinasikan dengan kegiatan-kegiatan di luar kelas. Tujuannya agar para siswa tidak terbebani se­cara psikologis dengan mengikuti program belajar yang hanya di ruang kelas. “Nanti kita ubah jadi betul-betul sehari penuh ada proses pem­belajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Jadi tidak sepenuhnya ada di dalam kelas. karena secara psikologis kita tahu psikologis daya tahan anak tahannya hanya berapa jam tidak mungkin. Tapi di luar nanti mereka bisa bergembira belajar ber­bagai macam hal di situ kan. (Bagi) yang mau meningkatkan mengajinya ya panggil aja ustaz, kan tidak usah kita kursus ke luar. yang (belajar) ba­hasa Inggris juga begitu, kita panggil mentor bahasa Inggris jadi suasana akan lebih menggembirakan lah. Kita ingin menciptakan sekolah yang menggembirakan,” tutur Muhadjir.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Menurut Muhadjir, program seko­lah sehari penuh dimaksudkan un­tuk menguatkan program nawacita di bidang pendidikan. Para guru nantinya mengisi jam belajar den­gan memberikan materi mengenai pendidikan karakter kebangsaan.

Program karakter kebangsaan tersebut ditegaskan Muhadjir me­mang harus dibentuk sejak dini di sekolah. “Beliau (Wapres JK) me­nyarankan ada semacam pilot proj­ect dulu untuk ngetes pasar dulu. Tapi Beliau juga sudah menegaskan bahwa apa yang saya sampaikan juga sudah dipraktikkan oleh banyak sekolah khususnya sekolah swasta dan itu memang betul dan justru saya banyak diilhami oleh banyaknya sekolah swasta yang menyelenggara­kan full day school (FDS),” ujar dia.

Muhadjir menyebut ada ‘ker­awanan’ dengan waktu kosong usai pulang pada siang hari. “Sekarang kan anaknya pulang jam 1 sementara orangtuanya pulang jam 5. Antara jam 1 sampai jam 5 anaknya malah kita enggak tahu siapa yang bertang­gung jawab karena sekolah juga su­dah melepas sementara keluarga juga belum ada. Justru ini yang saya duga terjadi penyimpangan penyimpan­gan yang dilakukan oleh remaja celah ini ketika tidak ada satu pun orang yang bertanggung jawab ini, karena orangtuanya masih bekerja seko­lah sudah melepas dia,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Kamar Mandi Sudah Dibersihkan Tapi Masih Bau? Ini 5 Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pen­didikan (Disdik) Kota Bogor, Edgar Suratman, menyebut, gagasan ini perlu dikaji dengan matang. “Jan­gan sampai, pelajar bukannya malah konsen belajar malah tidur di kelas karena kecapaian. Kami sepakat jam dipadatkan, tapi dengan berbagai pertimbangan,” kata dia, kemarin.

(Yuska Apitya Aji)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================