Raih Emas, Panahan Korsel Jaga Tradisi

Untitled-1RIO DE JANEIRO, Today – Para pemanah Korea Selatan tak membiarkan angin di Sambadrome meniup pelu­ang mereka untuk memper­tahankan delapan gelar juara berturut-turut bagi regu pu­tri di Olimpiade Rio. Angin yang berembus keras tak menghalangi tim panahan Korea Selatan mengalahkan tim Rusia di nomor beregu putri Minggu.

Hembusan angin membuat anak panah atlet Rusia Ksenia Perova meleset ke bagian luar lingkaran skor enam dalam ba­bak penentuan peraih medali emas. Tapi Ki Bo-bae, Choi Mi-sun dan Chang Hye-jin seperti punya kekuatan mistis untuk memindahkan angin dari arah anak panah mereka.

Mereka mencetak ke­menangan poin telak 5-1 atas lawan mereka, membuat para penggemar Korea Selatan ter­pana di bangku penonton.

BACA JUGA :  Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Tuan Rumah Diunggulkan Raih Kemenangan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Lima dari enam anak pa­nah mereka pada set pembuka bersarang di bagian terdalam lingkaran emas untuk skor maksimum 10 poin, menipis­kan harapan Perova, Tuiana Dashidorzhieva dan Inna Ste­panova untuk menyainginya.

Ratu panahan Ki Bo-bae yang juga juara bertahan di ajang individual tampil prima dalam kemenangan itu, me­mastikan tim tetap tak terka­lahkan di Olimpiade. Korea Se­latan memenangi gelar juara kedelapan berturut-turut 28 tahun setelah memenangi medali pertama di Olimpiade Seoul.

Dalam konferensi media multibahasa, Ki dan timnya ditanya tentang ‘rahasia’ suk­ses mereka. Seorang report­er menanyakan kebenaran laporan bahwa mereka harus menangani ular untuk mem­bangun kekuatan mental dan mengatasi ketakutan.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

“Kami berusaha membia­sakan diri dengan kebisingan dan kadang kali berlatih den­gan latar tidak biasa, tapi kami tidak harus menghadapi ular,” kata Ki dengan senyuman.

“Memang benar bahwa sebelum datang ke Rio ada ekspektasi yang sangat besar dari sangat banyak orang un­tuk mendapat medali emas kedelapan kali berturut-turut. Tekanannya terasa lebih be­sar karena itu,” katanya. “Jadi kami pikir akan sulit bagi kami, tapi kami hanya terus bekerja bersama dengan kerja tim yang kuat dan itu terbukti benar,” kata Ki seperti dilansir kantor berita Reuters.(Nanda/net)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================