Sebulan Raup Rp 2,6 Triliun

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informa­tika Rudiantara mengatakan telah berbicara dengan Google Indonesia terkait den­gan game berteknologi glob­al positioning system dari Google Maps, Pokemon Go, yang dikembangkan oleh Ni­antic, perusahaan game yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat.

“Karena berbasis Google Maps, saya sudah bicara dua kali dengan Google Indonesia agar obyek vital nasional jan­gan digunakan, seperti lokasi militer, istana, dan lain seb­againya,” ujar Rudi saat dite­mui di Kementerian Koordi­nator Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Menanggapi perminta­annya itu, menurut Rudi, Google Indonesia berencana untuk berbicara dengan Nian­tic. “Tapi kuncinya adalah di Google Maps-nya dulu. Con­tohnya di Cilangkap, Mabes TNI, kan enggak ada di Google Maps, cuma ijo aja gitu,” tuturnya.

BACA JUGA :  Sakit Perut Sebelah Kiri: Penyebab yang Perlu Diketahui

Rudi pun menambah­kan, kementeriannya telah berkomunikasi dengan aparat penegak hukum untuk mendaftar obyek-obyek vital mana saja yang dilarang untuk dimunculkan dalam Google Maps. “Untuk daerah-daerah mana, obvitnas mana yang jangan masuk,” katanya.

Justru, menurut Rudi, tem­pat-tempat yang seharusnya didorong untuk dimasukkan ke gametersebut adalah tem­pat-tempat wisata, seperti Mu­seum Nasional, Kota Tua, dan lain sebagainya. “Agar bisa lebih produktif,” ujar Rudi.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Rotasi 32 Pejabat, Kursi Kosong Akan Diisi Lewat Open Bidding

Belakangan, de­mam game Pokemon Go me­landa sebagian besar masyara­kat. Game ini menggunakan teknologi GPS dan juga aug­mented reality sehingga pe­main bisa mencari pokemon langsung di lingkungan nyata yang tampak di layar ponsel.

Namun, game tersebut memicu kontroversi. Pemerin­tah pun mengeluarkan laran­gan bagi para pegawai kement­erian dan lembaga untuk tidak memainkan game tersebut di lingkungan kerja mereka. Ala­sannya, game tersebut dapat membahayakan keamanan nasional. (Yuska Apitya Aji)

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================