
Tata kelola di sektor minyak dan gas (migas) dalam negeri terus dibenahi oleh Kementerian ESDM. Dalam 20 bulan terakhir, berbÂagai terobosan telah dilakukan unÂtuk membuat sektor migas lebih transparan, akuntabel, dan efisien.
Reformasi diawali dengan pemÂberhentian Edy Hermantoro sebÂagai Dirjen Migas pada 4 November 2014. Ini dilakukan untuk membuat birokrasi lebih bersih, transparan, dan cepat.
Lalu pada 14 November 2014 dibentuk Tim Reformasi Migas yang dipimpin oleh Faisal Basri. Tim ini dibentuk untuk mencari solusi menghapus permainan mafia miÂgas. Pada Mei 2015 lalu, tim yang diketuai Faisal Basri ini telah memÂberikan 12 rekomendasi, di antaranÂya adalah pembubaran Petral.
Petral, anak usaha Pertamina di Singapura yang mengatur imÂpor minyak mentah dan bahan baÂkar minyak (BBM), pun akhirnya dibubarkan. Menurut perhitungan Pertamina, ada penghematan sebeÂsar Rp 8,5 triliun hingga 2017 berÂkat pembubaran Petral, pengadaan minyak dan BBM jadi lebih transparÂan dan akuntabel. Demikian dikutip dari ‘Memori Akhir Jabatan MenÂteri ESDM Sudirman Said’, Selasa (9/8/2016). Sudirman Said menjabat sebagai Menteri ESDM pada 27 OkÂtober 2014 sampai 27 Juli 2016.
Terobosan yang tak kalah pentÂing adalah penghapusan subsidi BBM jenis premium mulai 1 JanuÂari 2015 lalu. Penghapusan subsidi membuat anggaran lebih sehat, efisien, dan tepat sasaran. Dana raÂtusan triliun rupiah bisa dialihkan ke sektor-sektor produktif.
Subsidi energi yang selama 2010-2014 mencapai Rp 1.340 triliÂun kini bisa dipangkas menjadi kira-kira Rp 561 triliun untuk 2015-2019. Capaian positif lain dalam reformasi migas adalah pengoperasian kemÂbali kilang TPPI. Kilang TPPI memÂbuat impor BBM menurun hingga US$ 2,2 miliar per tahun, devisa bisa dihemat.
Pemerintah melalui Perpres Nomor 146 Tahun 2015 juga menÂdorong pembangunan kilang-kilang baru untuk menekan impor BBM. Rencananya akan dibangun 3 kilang baru dan revitalisasi 4 kilang sampai dengan tahun 2025.(*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















