Pertamina Kirim 105 Insinyur ke Luar Negeri

“Karena kerja sama dengan Sau­di Aramco, maka insinyur yanf ber­gabung di Inggris dikhususkan un­tuk RDMP Cilacap. Tahapan ini akan selesai pada Februari 2017, sehingga setelah ini apa yang kami inginkan bisa tercapai, yaitu bisa ikut terlibat lebih jauh di proyek-proyek kami,” ujarnya.

Melengkapi ucapan Rachmad, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengatakan, seharusnya belanja modal (capital expenditure) untuk proyek-proyek kilang peru­sahaan bisa ditekan jika insinyur-insinyur yang dimiliki perusahaan bisa mengerjakan tugasnya sendiri. Bahkan ia menyebut, belanja mod­al proyek kilang Pertamina bisa turun 10 persen jika proses engi­neering bisa dikerjakan sendiri. Menurutnya, rata-rata belanja mod­al untuk melakukan RDMP adalah US$5 miliar. Sementara itu, pem­bangunan kilang baru bisa memak­an dana US$12 miliar hingga US$15 miliar.

BACA JUGA :  Perbandingan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik: Kelebihan, Kekurangan, dan Pertimbangan Sebelum Membeli

“Persaingan hari ini adalah persaingan yang punya infrastruk­tur dan siapa yang bisa bersaing. Namun persaingan di masa depan adalah siapa yang punya teknologi lebih baik,” jelasnya.Sebagai infor­masi, saat ini Pertamina memiliki enam kilang beroperasi dengan kapasitas maksimal sebesar 1,04 juta barel per hari. Angka itu lebih kecil dibanding permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini sebesar 1,6 juta barel per hari.

BACA JUGA :  Resep Nasi Goreng ala Solaria: Gurih, Komplet, dan Cocok untuk Menu Sarapan

Maka dari itu, perusahaan ber­niat untuk menggandakan kapasi­tasnya menjadi 2 juta barel per hari pada tahun 2023, dengan memper­baiki empat kilang yang dimiliki di Dumai, Balongan, Balikpapan, dan Cilacap. Selain itu, perusahaan juga membangun dua kilang baru yang akan dibangun di Tuban dan Bon­tang. (Yuska Apitya/dtk)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================