foto-hlPERENCANAAN Kota dan Kabupaten Bogor perlu diselaraskan agar saling melengkapi, bersinergi dan selaras. Kajian terhadap potensi dan peluang yang sudah ada maupun yang belum terolah di Kota dan Kabupaten Bogor mulai dibahas dalam Bogor Raya Visioning Plan.

Iman R Hakim

[email protected]

Kota dan Kabupaten Bogor sebagai bagian dari Metropolitan Jabodetabek memainkan peran yang sangat penting dalam posisinya secara regional. Kedua daerah yang jika digabungkan memiliki wilayah yang paling luas diantara daerah Metropolitan lainnya. Sebagai penyanggah Ibukota Jakarta, Kota dan Kabupaten Bogor mulai melakukan perencanaan untuk menyelaraskan dengan regional Jabodetabek, maupun dengan Provinsi Jawa Barat.

“Kabupaten Bogor dan Kota Bogor dimotori oleh swasta yang peduli terhadap pembangunan Bogor, mencoba membuat planning yang menyatu dan saling sinergis anata dua pemerintah daerah yaitu dengan cara membuat Bogor raya visioning plan,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Dr. Ir. Syarifah Sofiah, M.Si, Rabu (5/10/2016).

Ciri khas dan keunikan dari kota dan kabupaten perlu digali lebih lanjut untuk diangkat sebagai potensi daerah yang dapat memperkuat posisi kedua daerah terhadap daerah-daerah lainnya. Dalam menggali potensi daerah ini, perlu dilakukan kajian yang menyeluruh mulai dari aspek sosial, budaya, ekonomi, dan juga lingkungan.

Baca Juga :  Melalui Optimalisasi Cakupan Imunisasi Lengkap, Pemkab Bogor Cegah Terjadinya Kasus KLB Campak di Tahun 2023

“Semua kajian dikaitkan dengan kajian infrastruktur dan perencanaan wilayah. Kajian infrastruktur menjadi sangat penting karena perkembangan sebuah kota sangat erat kaitannya dengan perkembangan infrastruktur. Kajian perencanaan wilayah juga penting, karena menjadi wadah atau ruang tempat kegiatan-kegiatan tersebut terjadi,” paprnya.

Setelah kajian tersebut dapat mengungkap potensi dan peluang yang ada di dua daerah, hasil dari kajian tersebut akan diolah menjadi Visi Bogor Raya, sebuah visi pembangunan bersama antara Kota dan Kabupaten Bogor.

“Adanya perencanaan bersama ini akan menjadikan pembangunan di kedua daerah dapat bersinergi dengan baik untuk mencapai visi pembangunan daerah yang berorientasi kepada kemakmuran masyarakat, kemajuan ekonomi, dan kelestarian alam,” kata putri mantan Bupati Bogor Aip Rukbi.

Baca Juga :  Petakan Masalah Pelayanan Masyarakat, Komisi IV Rapat Terbuka Dengan Kasi Kemas se-Kota Bogor

Tidak hanya itu, Lanjut Syarifa, keuntungan Bogor Raya Visioning Plan juga bisa memperkuat visi Kota dan Kabupaten Bogor. Mengintegrasikan perencanaan Kota dan Kabupaten Bogor ke dalam sebuah perencanaan yang lebih strategis. Kajian terhadap potensi dan peluang yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor untuk meningkatkan nilai investasi, juga enjadikan infrastruktur berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai pendorong integrasi pembangunan di Kota dan Kabupaten Bogor.

“Kajian penyusunan Bogor Raya Vision Plan ini akan dilakukan dalam batas administratif Kota dan Kabupaten Bogor. Namun dalam posisinya sebagai bagian dari Jabodetabek dan juga Provinsi Jawa Barat, maka pembahasan Vision Plan juga akan melihat hubungan antara Kota dan Kabupaten Bogor terhadap konteks regional tersebut,” tandasnya.

Kegiatan workshop yang diselenggarakan PT. AECOM Indonesia di Hotel Premier Inn Sentul CBD itu, melibatkan Bidang Sarana Prasarana dan TRLH Bapped, Bidang Ekonomi Bappeda, Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Sosial Bappeda, Bidang Pemerintahan Bappeda dan Komite Perencanaan Kabupaten Bogor. (*)