maria_sharapova-wallpaper-1920x1080JENEWA, TODAY- Maria Sharapova tak perlu lama-lama absen dari dunia tenis. Setelah masa hukumannya dikurangi, Sharapova bisa mengayun raket lagi April tahun depan.

Bulan Maret lalu mantan petenis putri nomor satu dunia tersebut mengungkap dirinya gagal lolos tes doping di Australia Terbuka 2016, setelah positif mengonsumsi meldonium, zat yang dilarang di awal tahun 2016.

Pada bulan Juni, Sharapova kemudian dijatuhi hukuman oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) berupa larangan bermain tenis selama dua tahun. Berharap sanksi itu dicabut atau dikurangi, ia lantas mengajukan banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga).

Setelah empat bulan menunggu, CAS akhirnya memutuskan untuk mengurangi masa hukuman Sharapova, dari tadinya dua tahun menjadi 15 bulan. Itu artinya Sharapova yang sudah absen bermain sejak awal tahun bisa bermain lagi bulan April 2017.

Salah satu alasan CAS mengabulkan banding Sharapova karena petenis 29 tahun itu dinilai tidak sengaja mengonsumsi meldonium, yang sebetulnya sudah dilarang. Sharapova rajin mengonsumsi obat tersebut selam 10 tahun kariernya.

Baca Juga :  Ukraina Ancam Boikot Olimpiade 2024

“Jika dilihat lebih dalam, saya merasa direnggut haknya untuk melakukan sesuatu yang saya cintai dan saya merasa senang bisa mendapatkannya lagi,” ujar Sharapova di laman facebook resminya seperti dikutip Reuters.

“Tenis adalah passion saya dan saya merindukannya. Saya akan menunggu terus hingga bisa kembali ke lapangan,” sambungnya.

“Saya sudah belajar dari kasus ini dan saya harap ITF (Federasi Tenis Internasional) juga begitu,” tutupnya.

Dalam karier tenisnya Sharapova sudah menjuarai seluruh ajang grand slam yang ada, dengan total koleksi lima gelar juara. Menurut peringkat WTA per 03 Oktober, Sharapova kini menempati peringkat 95 dunia–tak lepas dari aktivitas tenisnya yang sudah tak berjalan.

Sharapova membuat pengakuan bahwa dirinya tak lolos tes doping pada bulan Maret lalu. Dia pun dijatuhi hukuman larangan bertanding selama 24 bulan oleh federasi tenis dunia (ITF) akibat gagal lolos tes doping di ajang Australia Terbuka awal tahun ini.

Baca Juga :  Gibran,Bocah Asal Kabupaten Bogor, Sabet Juara 1 di Ajang Taekwondo Challenge Kemenpora

Atas hukuman itu, Sharapova pun melakukan banding ke pengadilan arbitrase olahraga internasional (CAS). Setelah menunggu empat bulan, Sharapova pun mendapatkan keputusan banding.

Hukuman Sharapova dikurang menjadi 15 bulan. Petenis 29 tahun itu akan mengayun raket lagi pada bulan April tahun depan.

Analis ESPN, Pam Shriver, mempunyai keyakinan tinggi bahwa Sharapova bakal mampu menjadi pemain yang lebih kuat lagi setelah bebas dari sanksi.

“Mengingat mentalitas yang dia miliki, ketangguhan, dan juga tekadnya, dia bakal kembali lebih termotivasi lagi jika dibandingkan sebelumnya,” kata Shriver seperti dilansir oleh USA Today.

“Saya tak melihat alasan lain bahwa beberapa waktu di tahun 2017, dia tak akan bisa mencapainya, bahwa Maria Sharapova akan melangkah lagi,” imbuhnya. (Imam/net)