22ARAGON,TODAY-Maverick Vinales dan Valentino Rossi akan menjadi rekan setim di Movistar Yamaha mulai 2017. Kedua pebalap itu diyakini akan memberi keuntungan satu sama lain.

Pendapat itu dilontarkan oleh manajer tim Suzuki, Davide Brivio, dalam wawancaranya dengan Motorsport.com. Suzuki saat ini sedang memasuki seri-seri terakhir bersama Vinales.

Vinales, 21 tahun, sukses mencuri perhatian di tahun keduanya turun di kelas premier ini. Pebalap Spanyol itu berhasil mengantongi satu kemenangan di Inggris, termasuk finis empat besar di empat seri.

Dengan perolehan 149 poin, Vinales duduk di peringat kelima klasemen. Dia hanya terpaut enam poin saja dari rider Repsol Honda Dani Pedrosa dan masih berpotensi besar untuk mengakhiri musim ini di empat besar sekaligus merusak dominasi Honda-Yamaha yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga :  Persib Digeser Persija di Puncak Klasemen 3 Point Atas RANS Nusantara FC

Di sisi lain, Rossi masih mengejar gelar juara dunia kesepuluh. Dengan Vinales sebagai tandem barunya, Rossi diyakini akan mendapatkan persaingan sengit seperti dengan Jorge Lorenzo.

“Keduanya memiliki bakat yang besar. Valentino sudah memenangi banyak hal dan Maverick ingin memenangi banyak hal. Maverick adalah seorang pebalap yang cerdas, yang menyadari apa yang dia perlu lakukan untuk menjadi kompetitif,” ujar Brivio.

Dia akan menargetkan untuk mengalahkan Valentino. Kalau dia mencapainya di motor yang sama, hal itu tentu akan memberi sebuah dampak besar untuk dia dan banyak hal yang lain. Dia juga akan memiliki sebuah referensi yang hebat.

“Di Suzuki, dia dengan cepat menjadi pebalap yang lebih cepat jadi dia tidak memiliki referensi di atas dia. Di Yamaha, kalau dia kalem atau sedang sial, Valentino bisa lebih baik dari dia; ini akan membuat dia sadar dan memberikan sebuah target untuk dia,” sambung Brivio.

Baca Juga :  Sanksi Kepada Rusia dan Belarus Datang Lagi Dari Dunia Olahraga

Dari sudut pandang ini, dia mungkin masih memiliki banyak hal untuk ditingkatkan, ini akan membuat dia lebih tangguh. Valentino sendiri berpengalaman dan tangguh, tapi dia mesti mewaspadai Maverick.

Ini akan mendorong dia juga. Bagaimanapun, sudah memiliki seorang rekan setim yang tangguh, dia akan mendapatkan rekan setim lain yang tangguh pula.

“Saya pikir pada akhirnya dia terbiasa dengan hal ini dan tidak akan banyak berubah,” tandasnya. (Imam/net)