kakiBeragam santapan kuliner Indonesia seperti rendang, tumis tempe, nasi padang dan pempek laris dibeli pengunjung di bazar Indonesia Kontemporer, London, Inggris, Minggu (9/10/2016). Puluhan pengunjung bahkan rela mengantri di sejumlah warung tenda di acara festival budaya dan kuliner tersebut.

Seorang pengunjung bernama Ploy Ramyanda asal Thailand rela menunggu di warung tenda ‘Enak-Enak’ untuk mendapatkan seporsi mi dan rendang daging sapi. Wanita berusia 20 tahun ini mengaku tertarik mencicipi kuliner Indonesia. “Saya lihat ini (makanan) dan sepertinya menarik. Jadi kenapa tidak dicoba? Saya pesan rendang dan mi, setelah saya coba rasanya enak,” kata Ploy.

Ploy mengatakan, daging bumbu rendang yang disantapnya itu diracik dengan baik sehingga membuat teksturnya lembut dan tidak kasar. Selain rendang dan mi, sajian lain seperti olahan ayam dan nasi putih juga terlihat dipesan banyak pengunjung.

Pemilik warung Enak-Enak, Hariyanto mengaku menawarkan menu khas Indonesia dengan harga yang berbeda. Bagi para vegan, sepiring nasi atau mi beserta sayur dapat disantap dengan harga 5 poundsterling atau sekitar Rp82 ribu.

Sedangkan, bagi mereka yang ingin mencicipi rendang atau ayam, harus mengeluarkan uang sebesar 6 poundsterling atau Rp99 ribu. Hariyanto mengaku sudah beberapa kali menjual menu Indonesia di bazar-bazar di London.

Jika Hariyanto mengandalkan makanan seperti rendang, mi dan ayam untuk menggoda perut warga London, maka seorang wanita asal Belanda menawarkan bahan makanan mentah khas Indonesia dalam bazar kali ini.  “Tempe ini baru diimpor dari Belanda tadi (Sabtu) pagi dan dijual di sini. Untuk tiga tempe harganya 5 poundsterling,” kata si pemilik warung.

Baca Juga :  Wow! Ternyata Segini Lho Bayaran Song Hye Kyo per Episode di Drama The Glory

Sementara itu, pengunjung juga dapat membeli mi instan dengan harga sekitar 0,6 poundsterling atau Rp10 ribu untuk satu bungkus.

Panganan yang disajikan di bazar ini bertujuan untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada warga London. Bazar makanan merupakan rangkaian dari acara Indonesia Kontemporer 2016.

Direktur organisasi seni ARTi-UK Felicia Nayoan Siregar menjelaskan festival ini merupakan acara tahunan untuk merayakan seni dan budaya Indonesia di Inggris. “Acara ini diselenggarakan setiap tahun dengan bantuan KBRI (Kedutaaan Besar Republik Indonesia) dan SOAS (School of Oriental and Africa Studies) sebagai tuan rumahnya. Saya rasa menyenangkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia pada dunia. Berkomunikasi lewat budaya dan seni adalah suatu hal yang indah,” kata Felicia.

Kekayaan rempah di Indonesia sudah terkenal sejak ratusan tahun silam. Ini lah salah satu alasan yang menarik bangsa Eropa menyambangi Nusantara.

Chef Degan Septoadji mengenalkan kuliner Indonesia bagi warga London, Inggris. Kini, ia bersiap-siap menggelar demo serupa di Paris. Ia dijadwalkan terbang pada akhir pekan ini. “Nah, ketika masyarakat Prancis sudah melihat mudahnya membuat bumbu menggunakan rempah Indonesia, dia bisa berani untuk memasak itu. Rempah Indonesia banyak di Eropa,” Degan memaparkan.

Menurut Degan, penggunaan rempah untuk bumbu juga akan dipaparkan. Dengan begitu publik Paris paham bahwa dari satu jenis bumbu tertentu bisa jadi beragam masakan Indonesia yang praktis.

Baca Juga :  Resep Masakan Orak-Arik Telur Cabe dan Bayam

Ketika publik Paris dibuat tertarik kuliner Indonesia, maka diharapkan mereka penasaran dan kemudian berkunjung ke Indonesia untuk berwisata kuliner. Pamor kuliner Indonesia pun mendunia.

Dalam upaya promosi itu pula, Degan akan mencoba memadupadankan kuliner Indonesia dengan wine, terutama white wine. Diyakini Degan, white wine cenderung cocok dengan masakan Asia. Namun tak semua masakan Indonesia cocok dengan wine. Begitu pula tidak semua kuliner Indonesia diterima lidah Eropa. Orang Eropa biasanya lebih tertarik rasa yang kaya seperti santan atau kacang. “Kalau masakan manis sekali seperti gudeg justru [orang] Eropa kurang suka, bagi mereka makanan manis itu untuk penutup. Nah, kami harus lebih pintar untuk memilih menu yang tepat,” kata Degan.

“Orang Eropa itu suka (masakan) yang dibakar, kacang, salad dengan rasa asam manis, mengandung kelapa karena mereka menganggap itu sangat eksotis. Kemudian kunyit dan jahe itu laku sekali.”

Festival Colorful Indonesia merupakan acara yang diinisiasi Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Monako, dan Andorra, sebagai bentuk promosi Indonesia dari berbagai aspek, termasuk budaya, ekonomi dan investasi. Dalam acara yang akan digelar di Pavillon Dauphine, Paris, tersebut, chef Degan akan memilih bebek bumbu Bali, iga kambing bumbu ketumbar, daging sambal hijau, salmon sayur lodeh, sambal goreng udang, rendang, dan ayam bumbu rujak.(Yuska Apitya)