1MAHASISWA IPB bersama masyarakat di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, tepatnya di kampung Gunung Mas, Puncak Bogor melakukan aksi nyata untuk kelestarian lingkungan pada Sabtu, 08 Oktober 2016. Kegiatan yang mengusung tema “Aksi Nyata untuk Hulu Ciliwung” ini diselenggarakan oleh Himpunan Profesi Tree Grower Community Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Kegiatan diawali dengan sambutan ketua pelaksana The 9th TGC in Action (Irvaldo Rana S), tokoh masyarakat setempat yang juga merupakan aktivis lingkungan (Cucup Supriyatna), dan pemberian materi Daerah Aliran Sungai (DAS) oleh salah satu dosen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB yaitu Dr Ir Cahyo Wibowo, MSc F Trop.

Kenapa Aksi lingkungan The 9th TGC in Action  harus dilaksanakan di bagian hulu DAS Ciliwung? Kenapa bukan di bagian tengah atau hilir saja?  Menurut Qodariah et al. (2004) DAS Ciliwung Hulu telah mengalami degradasi lahan yang sangat tinggi yaitu dengan tingkat erosi tahun 2001 mencapai 44 ton/ha/bulan dan tahun 2002 mencapai 74.7 ton/ha/bulan. Sedangkan data BRLKT Citarum-Ciliwung menunjukkan tingkat erosi antara 160.32 -334 ton/ha/th. Laju sedimentasi berlangsung di Sungai Ciliwung Hulu tahun 2001 mencapai 19,70 ton/ha/th dan tahun 2002 mencapai 36.96 ton/ha/th. Penurunan kualitas sumberdaya lahan dapat dilihat dari luasan lahan kritis yang tersebar di wilayah DAS Ciliwung Hulu. Kondisi ini menggambarkan bahwa Hulu DAS Ciliwung memerlukan upaya rehabilitasi dan konservasi lahan guna meningkatkan fungsinya sebagai lahan pertanian produktif dan sebagai wilayah resapan bagi wilayah hilir. Penutupan lahan sangat terkait dengan konservasi hulu DAS sebagai wilayah tangkapan air. Sebagai daerah tangkapan air, wilayah hulu sangat diharapkan perannya untuk melakukan penyerapan air di dalam lapisan tanah sehingga mampu menambah persediaan air tanah. Kemampuan yang tinggi dalam menyerap air ini juga sangat penting dalam upaya pengendalian banjir di wilayah hilir yang berasal dari wilayah hulu.

Baca Juga :  Lomba Pramuka Tingkat III Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Digelar

Sekitar 80 orang yang terdiri dari mahasiswa IPB, masyarakat setempat, Ecovillage, dan Unit Pelaksana Teknis Kebersihan dan Sanitasi (UPT KS) III Wilayah Ciawi ikut berpartisipasi dalam kegiatan aksi lingkungan ini. Kegiatan aksi lingkungan meliputi kegiatan membersihkan sampah di sempadan dan aliran sungai yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air di hulu DAS Ciliwung. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan ikan sejumlah 100 ekor nila di sungai dan di keramba. Pelepasan ikan nila diharapkan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati di hulu DAS Ciliwung karena berdasarkan pernyataan pak Cucup selaku masyarakat setempat, saat ini keberadaan ikan di hulu sungai Ciliwung sudah sangat berkurang bahkan hampir tidak ditemukan lagi. Pembuatan keramba diharapkan dapat meningkatkan fungsi dari DAS serta dapat memotivasi warga sekitar untuk menjaga kebersihan hulu DAS Ciliwung.

Kegiatan yang tak kalah penting dalam Aksi Lingkungan yaitu penanaman 150 bibit pohon di sempadan sungai. Bibit yang ditanam merupakan jenis buah-buahan yaitu rambutan, sirsak, dan jambu Jamaica. Hal ini didasarkan agar kelak beberapa tahun mendatang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar. Selain itu salah satu fungsi utama pohon adalah akarnya dapat menyerap air ke dalam tanah sehingga mencegah terjadinya erosi/longsor. Penanaman pohon di hulu DAS Ciliwung sangat diperlukan mengingat bahwa Hulu DAS Ciliwung merupakan lahan dengan kemiringan curam s/d sangat curam (15%-40%) yang mempunyai potensi erosi yang sangat besar sehingga perlu dialokasikan sebagai zona perlindungan setempat (perlindungan sumber air dan penahan longsor).

Baca Juga :  Jalan Tanah Menuju Sekolah, Siswa Harus Melepas Sepatu Saat Turun Hujan

Aksi Lingkungan di hulu DAS Ciliwung ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari segenap civitas Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB, mahasiswa IPB, masyarakat kampung Gunung Mas, Agrowisata Gunung Mas – PTPN VIII, serta UPT KS III Ciawi Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Bogor. Diharapkan dengan adanya kegiatan The 9th TGC in Action yang mengangkat isu mengenai DAS, kondisi hulu DAS Ciliwung di Gunung Mas dapat lebih baik dan kegiatan ini dapat memotivasi kita semua untuk lebih menjaga kondisi dan kelestarian hayati di Daerah Aliran Sungai baik di hulu maupun hilir.

Aksi Nyata untuk Hulu DAS Ciliwung merupakan salah satu rangkaian acara dari The 9th TGC in Action (TIA). Rangkaian acara lainnya yaitu Seminar Nasional dengan mengusung tema “Membangun Sinergi Menuju DAS yang Lestari dan Berkelanjutan” dan akan dilaksakan pada hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2016 di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB. Seminar Nasional ini akan menghadirkan pembicara-pembicara yang konsen di bidang lingkungan yaitu Kang Bima Arya (Wali Kota Bogor), EG Togu Manurong (Ketua LSM Forest Watch Indonesia), Ir R Dodi Susanto MP (Kepala BPDAS Citarum-Ciliwung Bogor) dan Kementerian Lingkungan Hidup RI. Kemudian pada tanggal 22 Oktober 2016 akan dilaksanakan final Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR), Lomba Debat Nasional, dan Lomba Esai. Penyerahan hadiah kepada pemenang akan diberikan pada Malam Penganugerahan The 9th TGC in Action bertempat di Auditorium GMSK IPB. (RJ/STS)