
Pihaknya mengusulkan agar kenaikan tarif untuk 22,4 juta pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA dilakukan sekaligus saja di awal tahun, tidak perlu bertahap. Sebab, kenaikan secara bertahap akan menimbulkan gejolak sampai beberapa kali dalam setahun.
“Sekaligus saja. Kalau naik 7 kali, protesnya 7 kali. Yang 900 VA juga sekaligus saja. Kita usul begitu, nggak tahu dari pemerintah nanti bagaimana,” pungkasnya.
Di rapat terbatas 4 Oktober 2016 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta harga gas industri diturunkan sampai di bawah USD 6/MMBtu dalam waktu 2 bulan.
Saat ini rata-rata harga gas untuk industri di dalam negeri US$ 9,5/MMBtu, lebih mahal daripada gas di Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan sebagainya.
Gas Turun, Listrik Ikut
Sofyan Basir, menyatakan tarif listrik untuk industri pasti ikut turun kalau pemerintah benar-benar menurunkan harga gas. “Kalau itu turun, tarif listrik pasti saya turunkan,” kata Sofyan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2016).
Penurunan tarif listrik bergantung pada besarnya diskon harga gas yang diberikan pemerintah. “Tergantung turunnya. Belum tahu,” ucapnya.
Sofyan menilai, harga gas untuk ketenagalistrikan masih belum ideal. Di Sumatera Utara (Sumut) misalnya, PLN harus membeli gas dengan harga sampai USD 14/MMBtu.
“Top banget kalau sampai di bawah USD 6/MMBtu. Sekarang ada yang sampai USD 14/MMBtu, itu yang LNG di Sumut,” tutupnya. (alfian m|dtc)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















