hi-res-85440e0a0a197aeb8e9dbbed4820221d_crop_exactAlfian Mujani

[email protected]

Lionel Messi tetap menjadi hantu menakutkan bagi Manchester City. Bahkan Sergio Aguero terang-terangan bilang bahwa tak ada yang patut diwaspadai selain Lionel Messi saat Manchester City bertamu ke Barcelona. Aguero berharap Messi tak ikut bermain.

Meski sempat diganggu cedera, Messi menunjukkan kalau tidak ada yang berkurang dari kemampuannya mencetak gol di musim ini. Total sudah sembilan gol dia lesakkan dari sembilan pertandingan di semua kompetisi, termasuk ke gawang Deportivo La Coruna di akhir pekan kemarin.

Bukan cuma gol yang sudah banyak dibukukan Messi, karena sejauh ini dia punya assist cukup banyak. Ada lima assist dia buat di seluruh kompetisi.

Aguero, yang tahu benar kehebatan Messi dan kenal dekat secara personal, mengingatkan rekan-rekannya untuk mewaspadai rekannya di Timnas Argentina itu.

“Yang kami semua bisa harapkan adalah dia (Messi) menjalani hari yang buruk dan para bek kami bermain seperti mempertaruhkan hidup mereka. Sesulit itu karena Leo adalah yang terbaik di dunia,” ucap Aguero di Sport.

“Bermain menghadapi Messi akan menjadi sesuatu yang spesial. Kami berasal dari satu negara dan kami juga berteman. Atas alasan itulah saya tidak ingin bertemu Barcelona di drawing (Liga Champions), tapi kadang takdir menentukan lain dan tidak ada yang bisa Anda lakukan,” lanjut Aguero.

Dalam tiga musim terakhir City sudah empat kali berhadapan dengan Barcelona, dengan empat kekalahan diderita. Dari laga-laga tersebut Messi mencetak dua gol.

Bravo Kembali

Baru pergi dua bulan, Claudio Bravo akan melakukan reuni dengan Barcelona. Kembali ke Camp Nou, Bravo menyebut kalau tekanan ada pada kubu tuan rumah.

Bravo pada Agustus lalu meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Manchester City. Belum genap dua bulan berganti seragam, dia akan kembali ke klub raksasa Spanyol tersebut sebagai lawan. Pertandingan Barca dengan City akan dilangsungkan Kamis (20/10/2016) dinihari WIB.

City datang ke Camp setelah menjalani periode yang kurang oke. Mereka gagal menang dalam tiga pertandingan terakhir: imbang 1-1 dengan Everton, kalah 0-2 di tangan Tottenham Hotspur, dan berimbang 3-3 di tangan Celtic.

Meski begitu Bravo menilai kalau tekanan justru ada di pihak Barca, yang disebutnya akan berupaya dengan segala cara meraih kemenangan di depan pendukungnya sendiri.

“Barcelona harus menang dengan cara apapun. Mereka main di kandang. Kami harus melakukan pekerjaan kami dengan baik, dengan senjata yang kami punya, dan menjalankan ritme kami,” ucap Bravo seperti dikutip dari DailyMail.

“Setiap tim punya kesempatan. Mereka punya pemain penting, tapi kami harus pergi ke sana dengan keinginan melakukan semua dengan baik,” lanjut kiper asal Chile itu.

Bravo memperkuat Barcelona selama dua musim, 2014-2016. Dalam kurun tersebut dia bermain di 75 pertandingan. Tapi Bravo bukan kiper utama Barca di Liga Champions karena pada ajang tersebut Luis Enrique memilih memainkan Marc-Andre ter Stegen.

Catatan Sergio Aguero dalam mengeksekusi penalti belakangan ini terbilang buruk. Meski demikian, Pep Guardiola masih memercayainya sebagai eksekutor penalti.

Aguero Tetap Eksekutor

Meski gagal mencetak gol ke gawang Everton, Aguero tetap dipercaya sebagai eksekutor City dalam laga dengan Barcelona Kamis nanti. Sebelumnya, Aguero juga gagal mengeksekusi penalti saat Argentina kalah dari Paraguay di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Dalam pertandingan kualifikasi Liga Champions melawan Steaua Bucharest bulan Agustus lalu, dua penalti dari striker berusia 28 tahun itu juga tak masuk.

Tapi catatan tersebut tak akan membuat Guardiola mencoret Aguero dari eksekutor penalti City. Jika City mendapat penalti dalam pertandingan melawan Barcelona di lanjutan Liga Champions, Guardiola akan membiarkan Aguero yang memutuskan.

“Saya suka pemain yang punya keberanian mengambil penalti, saya suka itu, saya minta maaf. Saya tidak pernah bilang ketika satu pemain ingin mengambil penalti: ‘Jangan, yang lain saja.’,” ujar Guardiola seperti dikutip dari ESPN FC.

“Dia cerdas dan ketika dia merasa tidak percaya diri dia akan mundur dan pemain lain akan menendang penalti,” katanya. (dtc)