alfian mujani 240“TUHANMKU sekali-kali tidak akan membinasakanan negeri-negeri secara dzalim sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” Istilah yang dipakai dalam Alqur’an adalah ‘mushlihun’ bukan ‘shalihun’ yang bermakna orang baik. Yang dibutuhkan negeri ini agar tak hancur bukan hanya orang baik, melainkan orang yang siap selalu berbuat kebaikan untuk diri dan orang lain, untuk lingkungannya sendiri dan untuk negeri ini secara umum.

Berbuat kebaikan membutuhkan pengaturan agar lebih terarah dan terpadu. Manajemen perilaku kebaikan sangat dibutuhkan. Negaralah yang paling efektif menjalankan manajemen seperti itu. Karena itu, negara dengan segenap perangkatnya haruslah orang-orang yang baik, yang cerdas, berpengetahuan luas, dan senantiasa bervisi kebaiakan secara penuh. Jika tidak, maka manajeman tak akan jalan dan kebaikanpun tak akan menyentuh segala lapisan.

Kalau begitu, profesionalitas menjadi penting. Keterpercayaan juga menjadi sesuatu yang urgen agar masyarakat memiliki trust yang bagus kepada negera atau pemerintah. Kedua hal tersebut sesungguhnya akan mudah digapai jika ruh perilaku kehidupan terjaga dengan baik. Ruh itu bernama keimanan dan pengabdian kepada Sang Pencipta. Kembalilah kepada Allah, maka keteraturan, kesejahteraan dan kemakmuran akan menjadi milik kita bersama.