foto-hlKEBERADAAN sekolah beratapkan tenda sudah lama di ketahui pihak UPT Pendidikan wilayah Cigudeg. Bahkan, anggota dewan pun pernah mengunjunginya dan berjanji akan membangun sekolah tersebut 2017 mendatang.

Iman R Hakim / Muhammad KTR

[email protected]

Keberadaan SDN Sirna Asih, di Kampung Cisarua RT 01/ 07, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, telah lama diketahui pihk UPT Pendidikan wilayah Cigudeg. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah bagi instansi yang membidangi pendidikan.

“Sekolah itu sudah lama kami ajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk segera di bangun gedungnya. Namun, saya tidak punya kewenangan untuk menentukan, keputusannya ada di atas,” kata Kepala UPT Pendidikan wilayah Cigudeg, Edi Mulyadi, Kamis (27/10/2016).

Bukan sekali dua kali Edi memperjuangkan sekolah yang tidak pernah melakukan upacara bendera selama 6 tahun itu. Setiap kali musrenbang pihak UPT selalu membahas dan mengajukan pembangunan sekolah. Padahal, untuk lahan pembangunan sekolah sudah ada tanah hibah dari masyarakat setempat.

Baca Juga :  Sambut Satu Abad Nahdlatul Ulama, PC Fatayat NU Kota Bogor Pawai Payung Hijau dan Pelepasan Balon Putih

“Bahkan kami sudah menyampaikan langsung ke anggota Dewan Komisi empat Bapak Egi saat melakukan kunjungan. Saya tidak tahu kapan akan direalisasikan, janjinya tahun 2017 akan direalisasikan dan mudah – mudahan janji itu ditepati,” harap Edi.

Seperti diberitakan sebelumnya, 95 siswa SD Negri Sirna Asih belajar di sekolah yang terbuat dari bambu dan tenda. Tidak ada fasilitas penunjang belajar, tak ada komputer apalagi ruangan bagus dan ber-AC yang membuat siswa nyaman saat belajar.

“Sekolah negeri ini sudah berjalan 6 tahun. Sekolah kami pun hanya terbuat dari bambu dengan menggunakan tenda biru sebgai atap sekaligus dinding penutup,” ujar salah seorang guru honor, Siti Avipah.

Siti bercerita, awalanya, siswa yang belajar di sekolah tenda biru itu hanya segelintir saja. Karena, minat belajar masyarakat di ujung Bogor barat itu sangat kurang. Namun, berkat kegigihan guru SDN Sirna Aish yang tak pernah lelah untuk selalu mensosialisasikan pentingnya pendidikan berbuah hasil. “Jumblah seluruh siswa SDN Sirna Asih saat ini sekitar 95 murid, dengan 4 orang tenaga pengajar asli pribumi Kampung Cisarua,” papar Siti – sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Sebut KSU Karya Mandiri Koperasi Rentenir, Pengurus Wilayah Tanah Sareal Klarifikasi dan Mohon Maaf

Sekolah yang menyerupai kandang sapi itu, hanya berukuran 6 X 4 meter persegi. Sekolah yang dibangun dengan swadaya masyarakat itu, tidak bisa menampung seluruh siswa saat melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Karena muridnya mulai banyak, kegiatan belajar mengajar dibagi sif. Untuk kelas 1, 2 dan tiga masuk pagi dan untuk kelas 4,5 dan enam masuk siang. Karena sekolah tenda tidak bisa menampung, KBM pun di bagi tiga tempat separuh di sekolah tenda, sebagian di rumah tokoh masyarakat dan sisanya melakukan KBM di majlis,” paparnya. (*)