alfian mujani 240

SALAH satu kaidah bahagia yang tak boleh diremehkan adalah keharusan kita memprioritaskan yang prioritas. Mengutamakan yang utama.

Sesuatu yang paling menjadi pilar bahagia haruslah mendapatkan perhatian dengan porsi yang lebih besar. Berpalingnya perhatian dari yang utama adalah penghinaan atas keutamaan yang utama itu.

Yang paling utama pada diri setiap manusia adalah hatinya. Hatilah yang menentukan senang sedih dan bahagia derita. Urusan hati harusnya menjadi prioritas paling tinggi.

Kenyataannya, kesehatan hati jauh lebih dikesampingkan dengan fakta pengutamaan kesehatan anggota badan non hati. Bahkan urusan kesehatan hati diletakkan di bawah urusan pemanjaan tubuh demi keindahan atau kecantikan.

Lihatlah fakta ramainya klinik dan rumah sakit badan dan sepinya rumah tempat enyembuhan hati bernama rumah ibadah, pesantren, majelis taklim dan sejenisnya.

Akhirnya, semakin tua usia bumi, semakin menjadi-jadi virus dan wabah hati. Andai saja air bisa bicara, mungkin saja setiap kali kita mandi ia berucap: “Mandikan hatimu yang penuh dengan kotoran itu. Jangan hanya bagian luar tubuhmu.”