
“Jadi membantu production house sini dalam merencanakan filmnya. Tanpa trasnparansi jadi susah, hanya tebak-tebak saja. Jadi nanti tinggal pencet saja. Film apa? Laskar Pelangi apa, lagi main di sini, jam segini penonton segini, dan lain-lain,” ujarnya.
Hibah ini diharapkan untuk meningkatkan kondisi, baik itu kuantitas mau pun kualitas perfilman Indonesia. Terlebih, pemerintah sudah, mengeluarkan film dari daftar negatif investasi (DNI).
“Setelah kami menghapus film dari DNI, kami undang pihak Korea untuk investasi di bioskop karena kekurangan layar bioskop. Dan layar bioskop itu hadir di Indonesia dengan jumlah cukup maka film Indonesia akan maju,” tutupnya.
Lebih lanjut Triawan mengatakan, dalam gelaran acara Indonesia-Korea Business Summit yang bakal diadakan pekan depan, ia pun bakal menawarkan investasi di sektor perfilman kepada negeri K-Pop tersebut.
“Sekarang kan (film) sudah dihapus (dari DNI), kami undang investasi Korea Selatan untuk investasi di bisokop karena kekurangan layar bioskop, dan layar bioskop itu hadir di Indonesia dengan jumlah cukup maka film Indonesia akan maju,” tuturnya. (Yuska Apitya/dtk)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















