Harga Batu Bara Semakin Terperosok

“Pemerintah China secara bertahap mengembalikan kebijakan pengurangan jam kerja industri batu bara mereka sehingga berangsur menuju normal,” kata Hendra, Kamis (9/3/2017).

Di sisi lain, pemerintah China juga memangkas pertumbuhan ekonomi sehingga mengurangi aktivitas pabrik-pabrik di sana. Akibatnya, konsumsi batu bara mengalami penurunan. Permintaan turun, sementara produksi naik.

BACA JUGA :  Toyota Luncurkan Hilux D-Cab EV di Indonesia, Pikap Listrik Dibanderol Rp1,019 Miliar

Faktor lainnya adalah berakhirnya musim dingin. Permintaan batu bara setiap tahun mencapai puncaknya saat musim dingin. Sekarang sudah mulai memasuki musim semi.

“Periode Februari biasanya penggunaan batu bara secara perlahan mulai kurang lebih rendah dibandingkan awal musim dingin,” tutupnya. (Yuska Apitya/dtk)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================