
“Gunakan hak pilih tanpa ragu. Saya sudah memerintahkan seluruh aparat negara menjamin kelancaran dan keamanan pemilihan gubernur dan wakil gubernur di DKI Jakarta,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Sebelumnya, pihak kepolisian resmi melarang mobilisasi massa yang dapat mengintimadasi proses pemungutan suara di TPS pada Rabu (19/4) mendatang.
Larangan itu termaktub dalam maklumat bersama yang ditandatangani tiga institusi, yakni Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, dan Badan Pengawas Pemilihan Umum DKI Jakarta pada hari ini.
Saat hari pencoblosan nanti, tiap TPS dijaga dua petugas keamanan dari TNI, Polri, dan dua orang dari Perlindungan Masyarakat (Linmas). Pola pengamanan ini untuk menyikapi situasi kerawanan selama pilkada.
Selain itu, pola pengamanan itu juga untuk mengantisipasi gerakan mobilisasi massa dari luar Jakarta yang hendak ikut mengawasi proses pemungutan suara di tingkat TPS. Termasuk dari kelompok Tamasya Al Maidah yang rencananya akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengawasi TPS selama Pilkada DKI Jakarta. Sementara Ketua Panitia Tamasya Al Maidah Ansufri ID Sambo menyatakan tetap akan melanjutkan pengerahan massa pada Rabu nanti. Pihaknya tak menggubris imbauan kepolisian yang meminta massa tak berbondong-bondong mendatangi Jakarta saat hari pencoblosan. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















