
Adapun PP RTRWN ini menjadi syarat penjamin pemberian suntikan pembiayaan dari CDB sehingga perbankan Negeri Tirai Bambu tersebut tak perlu buang-buang waktu untuk segera mengalirkan dana segar ke Indonesia. Sementara itu, di tengah menanti kepastian pencairan pembiayaan dari CDB, Rini mengatakan bahwa proyek kereta cepat sebenarnya sudah bisa berjalan. Pasalnya, pembebasan lahan sudah dilakukan dan kontraktor memiliki kas internal.
“Engineering procurement and construction agreement sudah selesai. Kontraktor China dan Wika sebetulnya sudah bisa memulai tanpa ada dana dari CDB,” imbuh Rini.
Direktur Keuangan Wika Steve Kosasih menambahkan, pembebasan lahan sampai akhir Maret lalu telah mencapai 85 persen dari total kebutuhan lahan untuk membangun proyek dengan panjang lintasan mencapai 142 kilometer (km).
Sementara untuk tahap awal pembangunan proyek kereta cepat, kontraktor menargetkan sebanyak 26 km akan digarap lebih dulu, di mana 5 km diantaranya sudah mulai dikerjakan. (Yuska Apitya/cnn)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















