
Apalagi, risikonya sudah diassesment oleh BNI sebagai holding,†kata Dhias dalam pemaparan kinerja anak perusahaan BNI tersebut di Jakarta, Kamis (20/4).
Sementara itu, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan pembiayaan BNI Syariah pada triwulan I tahun 2017 tumbuh 17,8 persen secara year on year (yoy) dari 18,04 triliun rupiah menjadi 21,26 triliun rupiah. Dari total pembiayaan tersebut, porsi terbesar kata Firman ke pembiayaan konsumtif sebesar 56,1 persen, disusul oleh pembiayaan kepada Usaha kecil menengah (UKM) 21,07 persen dan pembiayaan komersial sebesar 17,73 persen. Sedangkan, pembiayaan mikro di luar konsumtif 3,6 persen, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 1,59 persen. “Pembiayaan konsumtif sebagian besar pada produk KPR Syariah yakni Griya iB Hasanan sebesar 85 persen,†kata Firman.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















