BNPB Catat 1.087 Bencana Alam Selama 2017

BNPB memprediksi bencana masih akan terus terjadi, terutama pada bulan Mei ini yang merupakan musim pancaroba. Pasalnya, kata Sutopo, hujan ekstrem masih berpeluang terjadi selama musim pancaroba ini.

Sutopo mengatakan, perubahan cuaca yang mendadak diikuti hujan lebat dapat memicu banjir, longsor, banjir bandang, dan puting beliung. Hujan dengan intensitas tinggi tersebut disinyalir sebagai akibat dari perubahan iklim global. Sementara degradasi lingkungan dan lahan kritis yang luas menyebabkan daerah makin rentan terjadi bencana. Korban jiwa akibat bencana sangat mungkin bertambah mengingat masih banyak masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. BNPB mencatat sekitar 64 juta jiwa masyarakat Indonesia terpapar dari bahaya banjir sedang hingga tinggi, sedangkan 41 juta jiwa terpapar oleh bahaya longsor sedang hingga tinggi. Untuk meminmalisir korban jiwa, Sutopo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada selama musim pancaroba. “Kenali ancamannya dan kurangi risikonya. Saat terjadi cuaca mendung kemudian diikuti hujan, hendaknya masyarakat selalu waspada,” kata Sutopo.

BACA JUGA :  Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Indonesia

Selain kewaspadaan masyarakat, Sutopo juga menekankan pentingnya kegiatan pengurangan risiko bencana (PRB). Kegiatan tersebut, menurut Sutopo, merupakan investasi pembangunan yang bertujuan mengurangi kerugian akibat bencana.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa setiap 1 US$ yang digunakan untuk PRB dapat mengurangi kerugian akibat bencana sekitar 7-40 US$. Pencegahan bencana lebih efektif dan efisien daripada penanganan darurat bencana karena bencana dengan dampaknya sudah terjadi ketika tidak ada pencegahan,” kata Sutopo.(Yuska Apitya)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================