
Kendati begitu, Ketjuk mengingatkan, agar dunia industri mulai melakukan diversifikasi, yaitu dari sebelumnya terlalu menitikberatkan harapan pada industri yang melakukan eksplotasi sumber daya alam menjadi industri yang lebih kreatif.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati mencatat, kontraksi yang diberikan Freeport dan AMNT masing-masing 28 persen dan 35 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Senada dengan Ketjuk, Sri berharap, setelah ekspor konsentrat mulai berlangsung lagi, kedua perusahaan raksasa itu bisa memberikan sentimen positif kepada pertumbuhan industri dan ekonomi Indonesia.
Secara keseluruhan, pertumbuhan berdasarkan industri tercatat industri pengolahan sebesar 0,91 persen, industri pertanian 0,90 persen, industri perdagangan 0,64 persen, konstruksi 0,61 persen, dan lainnya 1,95 persen.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















