
Di samping itu, perseroan pelat merah ini juga telah mengakuisisi pabrikan pelumas Thailand, AMACO Production Co. Ltd. Dengan kata lain, Pertamina sudah memiliki mitra bisnis yang pasti untuk melebarkan sayap ke Thailand.
“Nantinya, kerja sama ini yang kami pakai untuk masuk ke bisnis ritel BBM. Ini merupakan langkah baru, dan hal ini pun sebelumnya tidak dicantumkan ketika kami menyepakati nota kerja sama bisnis pelumas,” paparnya.
Menurutnya, negara-negara tersebut dibidik sembari menunggu pengumuman hasil lelang pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Myanmar. Pasalnya, hingga saat ini, belum ada pengumuman pemenang meski tendernya menyisakan dua peserta terakhir saja. “Sampai saat ini belum ada pengumuman dari Myanmar, padahal prosesnya sudah berjalan dua tahun. Kami dengar, karena perubahan pemerintahan, maka mekanismenya juga berubah. Kami tunggu saja,” jelasnya.
Saat ini, perseroan melayani penjualan ritel BBM di dalam negeri yang terbagi ke dalam BBM jenis penugasan dan Baha Bakar Khusus (BBK). Menurut data perseroan, penjualan BBM penugasan sepanjang tahun 2016 tercatat sebesar 23,78 juta kiloliter (kl) atau menurun 11,7 persen dibanding tahun sebelumnya 26,94 juta kl. Sementara itu, penjualan BBK perusahaan melesat 257 persen dari 2,98 juta kl di tahun 2015 ke angka 10,65 juta kl pada tahun berikutnya.(Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















