Pelatihan NLP, Karyawan PDPPJ WAJIB Tingkatkan Produktivitas

BOGOR TODAY – Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) Kota Bogor kembali menggelar Pelatihan Neuro-linguistic programming (NLP) gelombang kedua pada Senin 15 Mei 2017, di Hotel Sahira Jalan Paledang. Pada pelatihan gelombang kedua ini diikuti oleh 60 orang karyawan PDPPJ. Pelatihan NLP ini sebagai basic atau dasar seseorang untuk melakukan sebuah tindakan yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas.

Direktur Umum PDPPJ, Deni Harumantaka dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya pelatihan untuk meningkatkan kemampuan karayawan agar dapat meningkatkan produktivitas. “Selama mengikuti pelatihan, sediakan gelas kosong di dalam jiwa masing-masing sehingga dapat menerima dan mengamalkan ilmu yang akan disampaikan oleh para trainner,” katanya.

Kepala Sub Bagian Kepegawaian PDPPJ, Mariska Salloka menjelaskan bahwa pelatihan aplikasi NLP merupakan salah satu program kerja dari bagian kepegawain di tahun ini yang pelaksanaannya dibagi menjadi 2 kelompok. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membangun motivasi diri dalam melakukan perubahan yang berdampak menuju hal yang lebih baik. Perubahan berbasis NLP ini di dasari oleh kesadaran diri yang diperoleh dari proses pem programan kombinasi mind, soul n body yang kemudian melahirkan inner motivation untuk bertindak melakukan perubahan diri (impactful self change).

BACA JUGA :  Korea Selatan Beri Diskon Tiket Bus untuk Turis Asing, Dorong Wisata ke Luar Seoul

Sambung Mariska, perubahan diri yang positif ini akan berdampak langsung terhadap perilaku dan kebiasaan baik untuk kepentingan pribadi maupun pekerjaan.  “Pelatihan pada batch 2 ini diberikan sentuhan nilai spiritual agar sumber pem programannya mengacu pada nilai-nilai prinsipil yang bersifat universal,  sehingga peserta pelatihan dapat membuka hati dan pikiran untuk berfikir positif dan berusaha maju, tidak pesimis dan tidak “Julid” dalam kehidupan sehari-hari.  Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat berdampak pada kinerja serta teamwork yang lebih solid untuk produktivitas kerja setiap pegawai,” jelas Mariska.

Trainner dari FIB, Yono menerangkan bahwa setiap tindakan di awali terlebih dahulu oleh alasan mengapa dia harus bertindak (purpose of life). Kualitas seseorang dalam menentukan purpose of life ini menentukan juga kualitas dari tujuan seseorang bertindak. “Agar kualitas purpose of life seseorang ini benar dan terarah tentunya perlu ada standar nilai yang dijadikan sebagai acuan. Untuk itu dalam pelatihan ditanamkan inspirasi-inspirasi nilai yang berasal dari spiritual. Karena nilai spiritual dominan bersifat universal, siapa pun dapat menerimanya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Jaro Ade Tegaskan Komitmen Pemkab Bogor Perluas Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan

Lebih lanjut Yono menjelaskan dengan penanaman nilai tersebut maka dengan sendirinya seseorang akan termotivasi untuk melakukan sebuah tindakan dengan sebaik mungkin. “Pelatihan Soft skill berbasis NLP ini di arahkan dalam kontekstual perubahan diri ke arah yang lebih baik. Perubahan yang berdampak dan produktif (impactful self change) ini melibatkan aspek pikiran (mind), jiwa/nurani (Soul), fisik (body),” sambung Yono.

Semua kendali tindakan fisik dicontrol oleh pikiran dan dinilai baik buruk/positif negatifnya oleh nurani/jiwa. Jadi perubahan diri yang dikehendaki akan efektif dan bertahan relatif permanen jangka panjang.

Pelatihan berlangsung dengan atraktif dan melibatkan partisipasi aktif dari para peserta dengan beragam games. Farah Azriana, peserta pelatihan mengaku termotivasi dan mendapatkan banyak ilmu dari pelatihan NLP ini. “Alhamdulillah saya mendapatkan banyak motivasi dan ilmu, trainner sangat baik dalam menyampaikan materi kepada peserta,” jelasnya. (Iman R Hakim)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================