Jonan Minta PLN Turunkan Tarif Listrik

JAKARTA TODAY- Menteri ESDM, Ignasius Jonan, kembali menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik sampai akhir tahun ini, baik subsidi maupun non subsidi. Ini mempertimbangkan berbagai hal, seperti daya beli masyarakat dan efisiensi PLN.

Bahkan, Jonan meminta PLN berupaya menurunkan tarif listrik tiap 3 bulan sekali. Penurunan tarif listrik akan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Untuk pelanggan industri misalnya, biaya listrik yang lebih efisien tentu meningkatkan daya saing.

BACA JUGA :  Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak agar Makeup Tahan Lama dan Tidak Mudah Luntur

Jonan ingin rata-rata tarif listrik industri yang sekarang Rp 1.100/kWh bisa turun menjadi Rp 800-900/kWh dalam 3 tahun. Demikian juga tarif listrik rumah tangga, Jonan berharap PLN bisa menurunkannya perlahan-lahan dalam 2 tahun ke depan.

Untuk mewujudkan hal itu, PLN menyatakan akan terus melakukan langkah-langkah efisiensi supaya biaya pokok penyediaan (BPP) listrik turun, dan ujung-ujungnya tarif listrik bisa lebih murah. Misalnya dengan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM)

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

“Kami melakukan efisiensi, pembangkit-pembangkit yang enggak ekonomis diganti, PLTD-PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) diganti, kami konversi ke batu bara dan sumber energi lain yang lebih murah,” kata Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, Kamis (6/7/2017).

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================