
Orang kaya itu marah besar. Anaknya diminta untuk keluar dari SD itu dan dipindahkan ke luar negeri. Bagi dia, biaya tak masalah, memang. London Inggris menjadi tujuannya. Langsung dibayar lunas dan langsung diantar seluruh keluarga ke sekolah yang dituju. Sayangnya, anak ini masuk di tengah semester, sehingga butuh adaptasi cepat. Hari pertama dan kedua anak ini terdiam. Hari ketiga si anak tak betah ingin pulang, tak mau sekolah di London.
Anak itu kemudian ditanya oleh ayahnya. Dan, anak itu dengan jujur berkata: “Papa, sekolah di sini ternyata tak sejujur sekolah kita. Kemarin diumumkan bahwa hari ini ujian matematika. Makanya semalam saya belajar angka. Ternyata tadi ujiannya bahasa Ingris. Walau ada angka-angka, tapi bahasa Inggris juga. Aku gak mau sekolah di sekolah yang membohongi siswa.” Rupanya si anak belum sadar kalau dirinya di London, semua perintah soal pasti dalam bahasa Inggris. Pulanglah dia ke kampungnya. Nasib akhir tak bisa ditolak. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















