Jokowi Minta Jepang Ikut Bandari Tol Trans Sumatera

Yang pertama, JICA menerapkan pembiayaan yang ketat (tight loan policy). Di dalam kebijakan ini, bunga pinjaman yang diberikan JICA berkisar antara 0,1 persen hingga 0,25 persen dengan jangka waktu yang sangat panjang. Dengan bunga yang rendah, ia bilang dana seperti ini nyaris seperti dana gratis.

Namun, dengan dana yang murah, seluruh pengerjaan proyek harus disediakan oleh JICA. “Artinya proyek harus pakai supplier dari mereka (JICA),” jelasnya.

Sementara di sisi lain, lembaga pembiayaan asal Jepang itu juga bisa menerapkan kebijakan yang longar (untight policy), di mana pengerjaan proyek bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun, ini pun diiringi dengan suku bunga yang relatif lebih tinggi, yaitu 0,6 persen hingga 1,2 persen.

BACA JUGA :  10 Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Fokus dan Ingatan Otak

“Tapi (kebijakan pembiayaan) itu tergantung proyeknya. Setiap proyek yang penting punya pengembalian dan tingkat keekonomin, dan mencampurkan pendanaan yang baik dari APBN dan BUMN, bilateral serta private,” kata bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. Meski sudah menawarkan kerja sama, Sri Mulyani bilang belum ada jumlah pinjaman tertentu yang diharap dari JICA untuk tol Sumatera. “Tadi pembahasan bapak Presiden tidak bahas spesifik anggarannya,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Rekomendasi Menu Sarapan Tinggi Protein untuk Menjaga Energi dan Massa Otot

Jalan tol Trans Sumatera rencananya memiliki panjang 2.048 kilometer (km) yang menghubungkan Aceh hingga Lampung. Tol tersebut direncanakan memiliki 17 ruas. Adapun, rencana nilai investasi tol ini berkisar di angka Rp439,53 triliun yang meliputi pembebasan tanah, konstruksi, dan investasi.(Yuska Apitya/ISTANA KEPRESIDENAN)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================