
“Provinsi Jawa Barat sendiri, indeks inklusi keuangan masyarakat sudah mencapai 68,31 persen atau sudah diatas nasional. Demikian pula dengan indeks literasi keuangan Jawa Barat yang sudah mencapai 38,70 persen,†papar Wagub Jabar.
Jika melihat data hasil SNLK syariah yang baru dilaksanakan untuk pertama kalinya 2016, indeks inklusi keuangan secara nasional baru sebesar 11,06 persen dan indeks literasi keuangan juga baru sebesar 8,11 persen. “Khusus Provinsi Jawa Barat sudah lebih baik yaitu mencapai 21,56 persen,†imbuh pria yang dikenal dengan sebutan Naga Bonar itu.
Khususnya BPRS Amanah Ummah Leuwiliang, terus melakukan pendekatan melalui edukasi yang benar dan transparan kepada masyarakat atau calon nasabah mengenai karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia, juga harus kreatif dalam mencari sumber dana murah dari berbagai lembaga sosial berbasis syariah, serta terus berinovasi menciptakan produk dan jasa keuangan syariah yang menarik, mudah diakses dan biaya murah.
“Diharapkan lembaga syariah dapat menjadi penggerak sektor riil untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja, sehingga dapat mengurangi ketimpangan dan menghadirkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,†pungkasnya. (Agus)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















