
“Industri manufaktur harus dapat tumbuh rata-rata 7,8 persen per tahun selama 30 tahun ke depan, sehingga peran industri manufaktur dapat meningkat dari 21 persen di tahun 2015 menjadi sekitar 32 persen pada tahun 2045,” tutur Bambang.
Untuk mencapai tujuan tersebut, lanjutnya, kebijakan reindustrialisasi harus memiliki karakteristik antara lain, bisa diintegrasikan dari hulu ke hilir. Dengan melakukan ini, nilai tambah dalam industri manufaktur bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi perekonomian.
“Integrasi hilir hulu ini juga diperlukan untuk memecahkan fenomena tengah berongga dalam struktur industri kita di mana industri kecil dan menengah memiliki sedikit hubungan dengan industri besar. Dengan integrasi ini, produktivitas industri kecil akan terdorong,” katanya.
Selain itu, ekonomi Indonesia juga diharapkan dapat memanfaatkan ekonomi digital secara optimal dan mendorong inovasi dalam kegiatan ekonomi pada umumnya.
Menurut Bambang, inovasi dan peningkatan digital merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas ekonomi.
Sedangkan, dua karakteristik lainnya, yaitu ada kebutuhan untuk memperbaiki aspek kelembagaan yang dapat mendorong inovasi, termasuk peningkatan pengembangan dan penerapan sains dan teknologi. (Yuska Apitya)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















